Ikhlas atau Ria?

Ikhlas adalah beribadah karena Allah Swt semata bukan selain-Nya. Ikhlas terdiri dari 6 macam (imam ‘Izz al-din ibn ‘Abd al-Salam, Syajarah al Ma’arif wa al-Ahwal, bab Ikhlas, h. 59):
  1. Ingin selamat dari azab.
  2. Ingin mendapat pahala,
  3. Ingin keduanya,
  4. Beribadah karena malu kepada Allah Swt dengan mengharap pahala dan tidak takut akan siksa,
  5. Beribadah karena cinta kepada Allah Swt tanpa peduli dengan pahala dan siksa
  6. Beribadah karena menghormati dan memuliakan Allah Swt
Adapun ria adalah melakukan ibadah dan ketaatan kepada Allah swt. Agar dilihat orang lain. Ria ada dua jenis :
  1. Beribadah supaya dilihat manusia (perbuatan ini pasti sia-sia, pelakinya bukan hanya dimurkai Allah Swt, tetapi juga pasti di azab (lihat al-Hafizh Ibn Rajab, Jami’ al Ulum wa al Hikam, I h. 79))
  2. Beribadah supaya dilihat manusia dan allah Swt. Ria ini sangat halus karena mengandung dua tujuan sekaligus : manusia dan Tuhan. (berdasarkan Al Qur’an dan sunah, ibadah seperti ini juga sia-sia lihat al-Hafizh Ibn Rajab, Jami’ al Ulum wa al Hikam, I h. 79))
Jenis pertama bukan karena Allah, tetapi karena manusia. Allah menegaskan bahwa kedua jenis ria membuat ibadah sia-sia : “Aku adalah sekutu yang palling membenci syirik. Barang siapa menyekutukan-Ku dengan selain-Ku dalam beramal, Kutinggalkan amalnya untuk disekutukannya dengan-Ku itu.” HR  Ahmad dalam al Musnad (II, 301 dan 435), Muslim (2985) dan Ibn Majah (4202).

Sumber: http://abihafiz.wordpress.com/2009/10/30/ikhlas-atau-ria/

0 comments:

Posting Komentar