Apa dan Siapakah Thaghut Itu?

Dakwah semua Rasul yg Allah Subhanahu wa Ta’ala utus adl menyeru umat utk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mengkufuri thaghut. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُوْلاً أَنِ اعْبُدُوا اللهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوْتَ


“Dan telah kami utus seorang Rasul pada tiap umat : ‘Beribadahlah kalian kepada Allah dan jauhilah oleh kalian thaghut’.”
Kufur kepada thaghut adl syarat sah ibadah seseorang sebagaimana wudhu merupakan syarat sah shalat.


Pengertian Thaghut

Secara bahasa kata ini diambil dari kata طَغَى arti melampaui batas.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّا لَمَّا طَغَى الْمَاءُ حَمَلْنَاكُمْ فِي الْجَارِيَةِ


“Sesungguh ketika air melampaui batas Kami bawa kalian di perahu.”

Adapun menurut istilah syariat definisi yg terbaik adl yg disebutkan Ibnul Qayyim: “ thagut adalah tiap sesuatu yg melampui batasan baik yg disembah atau diikuti atau ditaati .”
Ibnul Qayyim berkata: “Jika engkau perhatikan thaghut-thaghut di alam ini tdk akan keluar dari tiga jenis golongan tersebut.”
Definisi lain thaghut adalah segala sesuatu yg diibadahi selain Allah .


Wajib Mengingkari Thaghut
Allah Subhanahu wa Ta’ala mewajibkan kepada seluruh hamba-Nya untuk mengkufuri thaghut dan beriman kepada Allah. Dasarnya adalah:
1. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus Rasul-Nya utk mendakwahkan masalah ini.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُوْلاً أَنِ اعْبُدُوا اللهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوْتَ


”Dan telah kami utus pada tiap umat seorang Rasul :Beribadahlah kalian kepada Allah dan jauhilah oleh kalian thaghut.”

2. Kufur kepada thaghut merupakan syarat sah iman sehingga tdk sah iman seseorang hingga mengingkari thaghut.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوْتِ وَيُؤْمِنْ بِاللهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى


”Barangsiapa yg kufur kepada thaghut dan beriman kepada Allah mk dia telah berpegang dgn tali yg kokoh.”

3. Karena ini terkandung dlm lafadz Laa ilaha illallah. Ilallah adl iman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kufur kepada thaghut. Laa ilaha menafikan semua peribatan kepada selain Allah. Laa ilaha illallah menetapkan ibadah hanya utk Allah Subhanahu wa Ta’ala.


Bentuk Pengingkaran terhadap Thaghut
Para ulama menerangkan bahwa mengkufuri thaghut terwujud dengan enam perkara yg ditunjukkan oleh Al-Qur`an:
1. Meyakini batil peribadatan kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala.
2. Meninggalkan peribadahan kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala dgn hati lisan dan anggota badan.
3. Membenci dengan hati dan mencerca dengan lisan. Cercaan dengan lisan yaitu dengan cara menunjukkan dan menerangkan bahwa sesembahan selain Allah adalah batil dan tidak bisa memberikan manfaat.
4. Mengkafirkan pengikut dan penyembah thaghut.
5. Memusuhi mereka dengan dzahir dan batin dengan hati dan anggota badan.
6. Menghilangkan sesembahan-sesembahan selain Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan tangan jika ada kemampuan.

Keenam perkara ini telah dilakukan oleh Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dan kita diperintahkan utk meneladani beliau. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيْمَ وَالَّذِيْنَ مَعَهُ


”Telah ada bagi kalian teladan yg baik pada diri Ibrahim dan orang2 yg bersamanya.”

Nabi Ibrahim ‘alaihissalam meyakini batil peribadahan kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ إِبْرَاهِيْمَ. إِذْ قَالَ لأَبِيْهِ وَقَوْمِهِ مَا تَعْبُدُوْنَ. قَالُوا نَعْبُدُ أَصْنَامًا فَنَظَلُّ لَهَا عَاكِفِيْنَ. قَالَ هَلْ يَسْمَعُوْنَكُمْ إِذْ تَدْعُوْنَ. أَوْ يَنْفَعُوْنَكُمْ أَوْ يَضُرُّوْنَ


“Bacakanlah kepada mereka kisah Ibrahim. Ketika ia berkata kepada bapak dan kaumnya: ‘Apakah yg kalian sembah?’ Mereka berkata: ‘Kami menyembah patung dan kami akan terus mengibadahinya.’ mk Ibrahim berkata: ‘Apakah mendengar ketika kalian berdoa? Apakah dia bisa memberikan manfaat atau menimpakan mudarat?’.”
Nabi Ibrahim ‘alaihissalam meyakini batil sesembahan mereka bahwa sesembahan mereka tdk bisa memberikan manfaat atau menimpakan mudarat.

Beliau meninggalkan serta menjauhi sesembahan mereka kemudian hijrah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَقَالَ إِنِّي ذَاهِبٌ إِلَى رَبِّي سَيَهْدِيْنِ


“ Dan dia (Ibrahim)  berkata: ‘Aku akan pergi kepada Rabbku dan Dia akan memberikan hidayah kepadaku’.”

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang Ibrahim:

إِنَّنِي بَرَاءٌ مِمَّا تَعْبُدُوْنَ. إِلاَّ الَّذِي فَطَرَنِي فَإِنَّهُ سَيَهْدِيْنِ


“Aku berlepas diri dari apa yg kalian sembah kecuali Dzat yg telah menciptakanku krn sungguh Dia akan memberikan hidayah kepadaku.”

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman tentang Ibrahim ‘alaihissalam:

وَأَعْتَزِلُكُمْ وَمَا تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللهِ وَأَدْعُو رَبِّي


“Aku akan menjauhi kalian dan apa yg kalian sembah selain Allah dan aku akan berdoa kepada Rabbku.”
Nabi Ibrahim ‘alaihissalam membenci sesembahan mereka dgn hati dan menjelekkan dgn lisan sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala kabarkan bahwa Ibrahim berkata:

أُفٍّ لَكُمْ وَلِمَا تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللهِ


”Celakalah kalian dan apa yg kalian sembah selain Allah.”

Nabi Ibrahim ‘alaihissalam mengingkari mereka dan mengabarkan bahwa mereka adl kafir serta mengumumkan bahwa ia berlepas diri dari mereka sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala kabarkan dlm surat Al-Mumtahanah:

كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللهِ وَحْدَهُ


“Kami ingkar terhadap kalian dan telah tampak antara kami dan kalian permusuhan dan kebencian hingga kalian beriman kepada Allah saja.”

Nabi Ibrahim ‘alaihissalam memusuhi mereka dan menghancurkan sesembahan mereka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَجَعَلَهُمْ جُذَاذًا إِلاَّ كَبِيْرًا لَهُمْ

“ maka dia menjadikan hancur berkeping-keping kecuali patung yg terbesar..”


Tokoh-tokoh Thaghut
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullahu berkata: “Tokoh thaghut ada lima: Iblis la’natullah ‘alaih orang yg disembah dan dia ridha diperlakukan demikian orang yg menyeru orang lain agar menyembah diri orang yg mengaku mengetahui ilmu ghaib dan orang yg berhukum selain dgn hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala.”

1. Iblis yaitu setan yg terkutuk dan dilaknat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentangnya:

وَإِنَّ عَلَيْكَ لَعْنَتِي إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ


“Sesungguh laknat-Ku atas kalian sampai hari kiamat.”
Awal Iblis bersama malaikat tetapi enggan bersujud kepada Adam ‘alaihissalam. Ketika diperintah utk sujud kepada Adam ‘alaihissalam itulah tampak kesombongan Iblis.

2. Seorang yg disembah dlm keadaan ridha.
Adapun yg orang yg tdk ridha disembah bukanlah thaghut.

3. Orang yg menyeru orang lain utk menyembah dirinya.
Dia termasuk thaghut baik ada orang lain yg mengikuti dakwah ataupun tidak. Dia sudah menjadi thaghut dgn semata menyeru orang utk menyembah dirinya. Termasuk dlm golongan ini adl Fir’aun dan syaikh-syaikh tarekat Sufi yg menyeru pengikut utk menyembah mereka.

4. Orang yg mengaku mengetahui sesuatu tentang ilmu ghaib.
Karena ilmu ghaib adl kekhususan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

قُلْ لاَ يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ الْغَيْبَ إِلاَّ اللهُ


“Katakanlah tdk ada yg mengetahui perkara ghaib di langit dan bumi kecuali Allah”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan:

مِفْتَاحُ الْغَيْبِ خَمْسٌ لاَ يَعْلَمُهَا إِلاَّ اللهُ؛ لاَ يَعْلَمُ أَحَدٌ مَا يَكُوْنُ فِي غَدٍ، وَلاَ يَعْلَمُ أَحَدٌ مَا يَكُوْنُ فِي اْلأَرْحَامِ، وَلاَ تَعْلَمُ نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا، وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوْتُ، وَمَا يَدْرِي أَحَدٌ مَتَى يَجِيْءُ الْمَطَرُ


“Kunci-kunci perkara ghaib ada lima tdk ada yg mengetahui kecuali Allah: Tidak ada seorangpun yg tahu apa yg akan terjadi besok; Tidak ada seorangpun yg tahu apa yg ada di dlm rahim-rahim; Suatu jiwa tdk mengetahui apa yg akan ia lakukan besok; Dan tdk mengetahui di negeri mana dia akan mati; Tidak ada seorangpun yg mengetahui kapan hujan turun.”
Maka barangsiapa mengaku mengetahui perkara ghaib berarti telah kafir krn telah mendustakan apa yg telah diterangkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya.
Termasuk golongan thaghut yg keempat adl tukang sihir dan dukun-dukun.

5. Orang yg berhukum dgn selain hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Berhukum dgn hukum yg Allah Subhanahu wa Ta’ala turunkan termasuk Tauhid Uluhiyyah dan meyakini bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala adl hakim yg sebenar-benar adl termasuk Tauhid Rububiyah. Oleh krn itu Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebut orang yg diikuti oleh pengikut mereka -dalam hal yg menyelisihi apa yg Allah Subhanahu wa Ta’ala turunkan- sebagai rabb bagi pengikut mereka.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُوْنِ اللهِ


“Mereka menjadikan pendeta-pendeta dan tukang ibadah mereka sebagai Rabb selain Allah..”

Berhukum dgn selain hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala bisa termasuk kufur akbar yg mengeluarkan seorang dari Islam dan bisa pula kufur ashgar yg tdk mengeluarkan seseorang dari Islam. Hal ini sesuai dgn keyakinan pelakunya. Karena orang yg berhukum dgn selain hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala ada beberapa jenis:
1. Orang yg berhukum dgn selain hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala krn merendahkan dan membenci hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hal ini termasuk kufur akbar yg mengeluarkan pelaku dari Islam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنْزَلَ اللهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ


“Hal itu krn mereka membenci apa yg Allah turunkan mk Allah menggugurkan amalan mereka.”

2. Orang yg berhukum dgn selain hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala dgn keyakinan bahwa hukum selain Allah Subhanahu wa Ta’ala lbh afdhal dan lbh baik dari hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala. Inipun kufur akbar yg bisa mengeluarkan pelaku dari Islam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوْقِنُوْنَ


“Siapakah yg lbh baik hukum daripada hukum Allah bagi orang2 yg yakin?”

3. Orang yg berhukum dgn selain hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala dgn keyakinan bahwa hukum selain Allah Subhanahu wa Ta’ala tersebut sama dgn hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala. Inipun kufur akbar.

4. Orang yg berhukum dgn selain hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala krn meyakini tentang boleh dan halal berhukum dgn selain hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala. Inipun pelaku kafir krn telah menghalalkan apa yg Allah Subhanahu wa Ta’ala haramkan.

5. Orang yg berhukum dgn selain hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala dlm keadaan masih meyakini bahwa hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala lbh afdhal dan tdk menyamakan hukum selain Allah Subhanahu wa Ta’ala dgn hukum-Nya bahkan ia mengatakan bahwa hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala lbh afdhal dan lbh tinggi. Dia tdk menghalalkan tindakan berhukum dgn selain hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ha saja dia berhukum dgn selain hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala semata krn syahwat jabatan dan kepentingan pribadi dlm keadaan yakin bahwa diri salah dan sedang berbuat maksiat. Yang semacam ini termasuk kufur ashgar pelaku tdk keluar dari Islam. Inilah yg ditafsirkan oleh Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma.

Penulis: Al-Ustadz Abu Abdillah Abdurrahman Mubarak

0 comments:

Posting Komentar