Ketika Masalah Remaja Menghantui



      Masa remaja adalah suatu periode transisi yang akan di jalani seseorang dari masa awal anak-anak hingga masa awal dewasanya. Masa remaja biasanya dimulai antara umur 12 tahun hingga 22 tahun, masa dimana seseorang mencoba mencari jati dirinya, berusaha menemukan hal-hal yang dapat menentukan karakternya. Terkadang banyak dari sebagian remaja yang salah arah dan salah sikap dalam hal ini.

Caeelaah ! Serius amat. Ternyata susah-susah gambang kalo bicara formal.. Hehe

Oke tems, kita akan berbicara tentang remaja, berhubung remaja identik dengan ke alay an dan gak ada formal-formalnya. Makanya kita enjoy aja. ^ ^

Kata orang sih masa remaja tu adalah masa yang penuh dengan dilema, eh gak ding , masa remaja tu “seolah-olah” banyak dilemanya, padahal masa remaja gak se rumit- rumit itu amat, malahan dunia remaja itu “menyenangkan”. Iya gak ?

Salah satu dilema yang selalu mengusik para muda-mudi bangsa ini adalah apalagi kalo bukan pacaran, sibuk mikirin istri ato suami orang, memikirkan dan bekorban untuk orang yang blum tentu iya miliki. Upss, bukan bermaksud menyinggung tems. Hihi..

Klo kita bicara pacaran gak bakal ada habis-habisnya, berhubung penulis gak kenal-kenal amat dengan insan bernama pacaran lebih baik kita tinggalin dulu deh pembahasannya. Haha  (Sok gak kenal)

Masih banyak lagi dilema yang selalu menghantui para remaja saat ini, apalagi sekarang adalah era globalisasi. Hampir tidak ada batasan dari prilaku negatif untuk masuk, katakanlah itu free sex, narkoba, alkohol, bullying dan prilaku negatif lainnya. Miris dan sangat miris kita melihat kenyataan seperti ini.

Melihat kenyataan seperti itu tak jarang orang banyak mengaitkan remaja dengan prilaku negatif.

Banyak faktor sih yang menyebabkan prilaku menyimpang dikalangan remaja tems, mulai dari lingkungan keluarga yang broken home, hingga lingkungan permainannya yang bebas tak menentu. Peranan keluarga sangat penting di masa remaja ini, terkadang diabaikan oleh sebagian orang tua.

Seandainya saja para pendahulu kita hidup kembali dan melihat kondisi remaja saat ini, mungkin mereka geleng-geleng kepala tak habis pikir. Sebut saja itu Muhammad Al fatih anak dari Sultan Murad II yang berhasil menaklukan konstantinopel yang ketika itu usianya 21 tahun. MasyaAllah, itu mah remaja tems. Catat !! REMAJA PENAKLUK.

Begitu juga dengan Usamah Bin Zaid memimpin pasukan melawan tentara Romawi, ketika itu usianya 18 tahun, Sa’ad bin Abi Waqqash, seorang ksatria berkuda muslimin paling berani di saat usianya baru menginjak 17 tahun., Muhammad Al Qasim 17 tahun sang jendral agung di India pada masanya, Mayor Daan Mogot mayor termuda pada perang kemerdekaan indonesia, saat itu berusia 16 tahun. Ingat lo tems semuanya remaja. Yaa.. Remaja, kayak kamu, iyaaa... Kamuuu.. ^ ^

Kita bisa menjadikan mereka sebagai contoh dalam kehidupan kita, bagaimana mereka berorientasi untuk masa depan dan bermanfaat bagi banyak orang, bukan sekedar hidup seperti air yang mengalir menerima apa ada nya, masuk comberan aja mau.. Kidding tems..Haha

Soekarno pernah berkata bahwa perjuangan ketika zaman dahulu relatif lebih mudah karena hanya berjuang mengusir penjajah, tapi perjuangan setelah merdeka jauh lebih sulit karena yang di lawan adalah bangsa sendiri. Setelah kemerdekaan akan timbul banyak kepentingan masing-masing sehingga menyebabkan persoalan sosial di masyarakat.

Itu terbukti tems !! Saat ini, persoalan sosial dari kalangan bawah sampai kalangan atas merebak bak jamur di musim hujan. Terutama persoalan remajanya. (mulai serius)

Terkadang kita ingin beranjak dan bangkit dari keterpurukan prilaku, mencoba tuk menata kembali apa yang sebenarnya kita cita-citakan, tapi lingkungan yang berakarkan  globalisasi sangat mempengaruhi setiap jalan hidup kita. terlalu menghipnotis, sehingga susah untuk dilepas.

Melihat kebelakang adalah satu kunci untuk kita bangkit, bagaimana perjuangan para orangtua kita memperbaiki bangsa ini, mengorbankan segalanya bahkan nyawa, hanya satu tujuan, yaitu agar penerusnya bisa hidup lebih sejahtera dan bersahaja.

Apakah kita tidak malu dengan para pendahulu kita 

Oke tems, bukan saat nya lagi memikirkan permaslahan kecil berlarut-larut, bunuh diri hanya karena di putus pacar ? alangkah kasihannya dirimu.

Penting bagi seorang remaja untuk berpikir kedepan, mulai memikirkan apa yang bisa di perbuat untuk bangsa ini kedepannya, bercita-cita vertikal setinggi langit lalu hamparkan secara horizontal. InsyaAllah ada jalan selagi kita berusaha.

Saatnya remaja menggenggam dunia, saatnya remaja menjadi pelopor persatuan bangsa.

HAMASAH... !!

Ditulis Oleh Abdul Qowwiy Al Hafidz

=======================================================================


Penasaran dengan cerita-cerita serta motivasi lainnya?
Ayo nantikan lagi tulisan tulisan kami berikutnyaa 😁😁

Syiar F27
#BersamaTulisanSebarKebaikan
#TakKenalLelahdalamMengajak
#Foristek Nge-blog
#SyiarMedia
#Foristek27
#SyiarF27

Media Foristek
Instagram: foristek
Facebook: Foristek Unand
Youtube: Foristek TV
Line: @xsq7322q
Website: www.foristekunand.com

0 comments:

Posting Komentar