KACAMATA MELIHAT REALITA


Dakwah kampus menjadi sebuah hal yang menarik tetapi tak asing lagi untuk diperhatikan. Kampus adalah tempat generasi muda yaitu mahasiswa menggali ilmu, wawasan, menempa diri, pendewasaan dan sarana bersosialisasi dalam interaksi sosial. Kampus adalah sarana yang memfasilitasi pengembangan potensi generasi muda dalam mencari dan memperdalam bidang keilmuannya sesuai dengan bidangnya masing-masing. Namun, di era yang semakin modern ini, kampus tidak hanya sekedar tempat tumbuhnya insan intelektual semata. Fungsi kampus berkembang menjadi pusat pertumbuhan semangat dan aktivitas keislaman yang signifikan.





Gerakan dakwah kampus memiliki rekam jejak tersendiri dalam fenomena gerakan dakwah di Indonesia. Pernyataan ini dapat dilontarkan karena pada kenyataannya dakwah kampuslah yang berhasil melahirkan para da’i-da’i dan tokoh-tokoh islam terkenal. Da’i-da’i dan tokoh-tokoh islam yang memiliki kemampuan dari semua aspek keislaman yang kompleks seperti politik, sosial, ekonomi dan sebagainya. Da’i-da’i dan tokoh-tokoh islam terkenal banyak menjadi tokoh nasional saat ini. Gerakan dakwah kampus jugalah yang mampu memperluas dan membuka pemikiran mahasiswa sehingga menghasilkan semangat gerakan dakwah islam yang lebih luas.





Bicara tentang dinamika dakwah kampus adalah bicara bak gelombang dengan segala pasang surut, naik dan turunnya komponen – komponen dakwah itu sendiri. Dinamika yang tak hanya menyentuh objek dakwah, tetapi juga berkaitan dengan aktifis dakwah yang dianggap sebagai pelaku yang mengupayakan fungsi dakwah itu dapat berjalan. Hambatan dan rintangan tetap akrab menemani nuansa pergerakan mahasiswa muslim. Aktifitas – aktifitas seperti dauroh, mentoring, kajian, seminar, sampai pada aksi-aksi keummatan selalu diupayakan. Namun, dakwah kampus tidak cukup dengan stagnansi menjalani hari-hari dakwahnya tanpa sebuah inovasi. Inovasi yang harus bersifat dinamis yang disesuaikan dengan kebutuhan para objek dakwah dan perkembangan zaman.





Kenyataan yang terjadi saat ini adalah ada nilai yang hilang dari sisi dakwah kampus jika dibandingkan dengan era – era sebelumnya. Hal ini dilihat dari segi militansi dan idealisme perjuangan para aktifis dakwah tersebut. Dakwah kampus memang masih menjadi ujung tombak dalam melahirkan para aktifis-aktifis dakwah yang matang. Hanya saja belakangan ini banyak terjadi krisis multidimensi dalam aktulisasi gerakan dakwah kampus yang ada. Masalah komunikasi, koordinasi dan kontrolisasi seakan menjadi masalah yang klasik untuk dibahas. Keringnya nilai ukhuwah islamiyah dan mundurnya semangat militansi pergerakan mengakibatkan lemahnya kesatuan gerak tidak berjalan dengan baik. Ruh kebersamaan memudar dan rasa kasih sayang menghilang. Menjamurnya gerakan tanpa didasari kepedulian dan kesatuan gerak yang terkoordinasi dengan baik. Dengan kata lain, dakwah kampus saat ini seperti kehilangan ruh spirit perjuangan para aktivisnya.





Ada dua hal yang menjadi masalah substansial terkait problematika dakwah kampus saat ini, yaitu masalah kefahaman dan keteladanan. Pemahaman menjadi hal yang urgen bagi para pelaku dakwah dalam menjalankan aktivitasnya. Ketika pemahaman tidak ada, maka akan timbul keraguan dan kerancuan dalam tubuh sebuah lembaga dakwah kampus. Mereka bekerja tanpa prinsip, mereka berjalan tanpa peta dan bergerak tanpa arah. Masih banyak para aktifis dakwah kampus yang belum mengerti arti penting dan filosofi perjuangan. Akibatnya muncullah sikap apatis tumbuh menjamur dalam tubuh lembaga dakwah kampus. Ketidak fahaman juga yang menyebabkan banyaknya permasalahan di lembaga dakwah kampus.





Permasalahan yang substansial terkait kondisi dakwah kampus saat ini juga adalah masalah keteladanan. Para aktivis dakwah saat ini telah banyak meninggalkan prinsip-prinsip luhur para generasi terdahulu yang bagus dalam sikap, tindakan dan perilakunya. Mereka mulai meninggalkan kisah-kisan fenomenal para ulama-ulama dan pejuang islam terdahulu baik dari cara berdakwahnya dan penyikapannya terhadap objek dakwah. Keteladan yang seharusnya menjadi modal utama dalam kerja dakwah sekarang menjadi hal yang merusak kinerja dakwah. Hal ini dikarenakan kebanyakan aktivis dakwah kampus tidak mampu mengaplikasikannya baik dari segi pergaulan, perilaku, moral dan sikap terhadap orang lain. Banyak aktivis dakwah kampus yang tidak mampu menjaga izzah sehingga banyak anggapan negatif tertuju padanya. Padahal seharusnya seorang aktifis adalah orang yang mampu menjadi teladan yang baik bagi orang lain.





Ada lima kekuatan yang mesti diprioritaskan dan diubah menjadi lebih baik. Lima kekuatan ini dapat diletakkan sebagai hal fundamental dan tidak dapat dipisah-pisahkan yang membuat dakwah dikampus bisa tegak dan tetap bertahan dalam dinamika perjuangan dakwahnya yaitu kekuatan niat dan semangat, kekuatan ukhuwah, kekuatan kasih sayang, kekuatan kebersamaan, kekuatan perjuangan, dan pengorbanan.





Niat dan semangat menjadi tingkatan pertama dalam setiap individu mengarungi dakwah, dikarenakan dengan niat dan semangatlah keistiqomahan akan senantiasa tetap terjaga. Kekuatan niat adalah keharusan yag mesti dimiliki para aktifis dakwah. Karena niat adalah sebuah orientasi yang mesti tetap dijaga sebagai ikrar dan semangat pertama dalam mengarungi perjuangan dakwah. Niat yang didasari kepedulian dan keikhlasan hanya karena mengharap ridho Allah SWT. Ukhuwah didefinisikan sebagai persaudaraan dalam persatuan dan kesatuan. Dakwah yang dibangun dengan kebersamaan dan kesatuan akan membuat bangunan dakwah ini semakin kokoh dan tegak berdiri. Kemenangan dakwah kampus adalah ada pada persatuan dan kesatuan juga kesolidan para pejuangnya. Mereka saling bahu membahu dan beklerja sama saling menutupi kekurangan dan kelebihan masing-masing personilnya. Kasih sayang adalah sebuah penyikapan dan perasaan yang penuh dengan nilai-nilai empati dan kepedulian terhadap sesama. Ketika rasa kasih sayang menyelimuti hari-hari para aktifis dakwah dikampus akan menciptakan budaya saling menasehati dan menghargai antar sesama rasa kekeluargaan dan harmonisasi kerja bisa terbina dengan baik.





Dakwah ini tidak bisa hanya dikerjakan secara individual tapi harus secara berjamaah. Dakwah ini juga tidak akan pernah jaya ketika para aktifisnya hanya berorientasi pada hasil dan pencapaian bukan proses dan perjuangan yang membuat mereka selalu terburu-buru dalam bergerak. Nilai kekuatan niat dan semangat, kekuatan ukhuwah, kekuatan kasih sayang, kekuatan kebersamaan, kekuatan perjuangan, dan pengorbanan harus selalu ada menyelimuti jiwa para aktifis dakwah kampus dalam melaksanakan tujuan untuk dakwah yang gemilang.










***

Ditulis Oleh Nidi Annisa Riva
=========================================================================


Ayo nantikan lagi tulisan tulisan kami berikutnyaa 😁😁
Syiar F27
#TakKenalLelahdalamMengajak
#SyiarMedia
#Foristek27
#SyiarF27

Media Foristek
Instagram: foristek
Facebook: Foristek Unand
Youtube: Foristek TV
Line: @xsq7322q
Website: www.foristekunand.com

0 comments:

Posting Komentar