Aku, Kamu, Kita dan Ramadhan yang telah usai



Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar walillahil Hamd

Sepuluh hari genap ramadhan meninggalkan kita, tentu ia telah berjalan nun jauh disana untuk waktu yang sangat lama. Lalu kenapa kita berpura-pura lupa akan ramadhan yang lalu, apa saja yang telah kita kerjakan pada ramadhan lalu? Bukankah kita pernah bertekad bahwa ramadhan kemaren akan menjadi ramadhan yang berbeda? Sebagai bentuk kita benar-benar mengharapkan taubat dan ridho-Nya. Siapa? Iya aku dan kamu.

Waktu itu ketika ramadhan mulai menampakkan dirinya. Kita terlihat bergitu antusias menyambutnya. Masjid-masjid penuh sesak, shaf sholat mengular panjang dibelakang imam, ustad-ustad berseru membakar semangat jemaah menyambut puasa esok, diikuti sholat taraweh perdana dan diakhiri dengan bacaan ayat suci alqur’an yang berdengung keras didalam masjid. Malam pertama itu sungguh sangat mulia, menjadi malam yang sangat berbeda dari malam-malam sebelumnya.

Esoknya, puasa mulai ditunaikan, pun dengan hari-hari selanjutnya. “Pokoknya sebulan ini aku harus berubah” begitu bersemangatnya kita. Ada yang butuh pertolongan tanpa diminta sudah ditolong, ada rejeki sedikit langsung tiba dikotak amal, ada waktu sedikit sudah terdengar bacaan lantunan ayat suci alqur’an. Sungguh berbeda kita saat itu..

Hingga dipertengahan ramadhan. Kesibukan mulai datang bergantian, mulai dari tugas-tugas yang tak kunjung selesai, belum lagi organisasi sana-sini yang mendadak rapat, malah ujian semakin dekat tapi belum ada persiapan, ditambah rencanana bukber menjelang mudik hampir setiap harinya, plus kelelahan yang  kadang  sering membuat lupa kalo kita belum tarawih malam ini. Astaghfirullah..Kita kian jauh dengan apa yang kita tekadkan.

Hingga sepuluh malam terakhir.’ Ini 10 malam terakhir, carilah malam lailatul qadr yang kebaikannya lebih dari 1000 bulan’ begitu kata ustad yang terakhir ceramah. “Aku harus bisa” dalam hati kita. Tapi dunia belum berhenti memperdayai kita. Ujian memang usai, pertanda kita bebas dari tugas, rapat organisasi pada dipending. Namun desakan ayah ibu yang menelpon menanyai kapan pulang, pun dengan teman-teman kos kiri kanan yang pergi duluan tanpa sempat berpamitan, mendesak hati untuk segera menyusun jadwal mudik..

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar Walillahil Hamd

Hingga malam terakhir takbir menggema membahana membuat kampung halaman seolah ramai. Tetangga kanan kiri sibuk menyambut perantau-perantau yang sempat pulang, pun begitu juga kita sibuk menyiapkan kue lebaran dan baju baru untuk sholat idul fitri besok, tak lupa menyiapkan uang untuk anak-anak sekitar rumah yang bakal mampir (THR). Tanpa sadar kita lupa bahwa ramadhan bersiap akan meninggalkan kita, sayangnya kita lupa untuk bersedih malam itu.

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar Walillahil Hamd

Paginya, sebelum berangkat untuk sholat. Ada sebagian dari kita yang sadar, lalu bercermin dan bertanya “Sudahkah aku kembali ke fitri?”, tiba-tiba mata terasa perih dan berlinang, Astaghfirullah.. ternyata tak kita temukan cahaya fitri itu dalam diri kita, Astaghfirullah.. yang katanya akan khatam alqur’an ternyata kita tersendat di Juz 22, yang katanya akan meraih malam lailatul qadr tak sekalipun kita laksanakan. Saat itu barulah kita sadar untuk bersedih tetapi ramadhan telah dulu meninggalkan kita..

Laa illahaillahu wallahu akbar, Allahu akbar walillahil Hamd

Kini kita harus bersiap, kesibukan yang lama telah terbendung akan segera terhempas. Tidakkah kita merasa rugi? Kalo dipikir lagi, selama ini kita kemana? Agaknya kita tersentak dari kegiatan dunia yang jemu lagi melalaikan, seolah kita tanpa persiapan untuk menyambut ramadhan kemaren. Padahal Allah swt sudah kian besar memberikan pintu kesempatan-Nya untuk kita, tetap ia jaga kita dari sibuknya dunia, tetap Ia berikan nikmat begitu besarnya pada kita tanpa pamrih dan upah. Lalu setelah semua itu, bagaimana lagi kita hendaknya? Coba kita tanyakan kepada diri sendiri, untuk siapa kita berubah selama ini? Dan jika nanti ramadhan yang kemaren adalah yang terakhir? Kira-kira apa yang akan kita lakukan setelah ini?  
Wallahu a’lam Bisshowwab...

#Foristek27
#TakKenalLelahDalamMengajak
#RumahSyiar
#RamadhanLahirBathin