I’tikaf

I’tikaf

Assalamu’alaikum sobat.......
Gimana puasanya tahun ini? Masih sama seperti tahun tahun kemarin kah? Yahh rugi dong? Semoga di tahun ini puasa kita lebih bermakna ya dari tahun-tahun sebelumnya.

So, apa kabarnya dengan semangat Ramadhannya? Tinggal menghitung hari lagi lho, selepas itu, es teh disiang hari mulai tampak biasa, sup buah mulai tak lagi menggoda, dan lain sebagainya, hehe..
Gimana persiapannya? Persiapannya? Pasti di kepala sobat semua mulai deh bikin list dulu, baju lebaran? Ceklis dulu kalau udah, kue lebaran? Ah gampang, di pasar juga banyak, mukena? Simpel, laundry dimana mana udah ada, dan sedemikian rentetatan “persiapan” yang muncul dalam kepala sobat semua.

Tapi eh tapi, persiapan yang dimaksud disini bukan itu tapi melainkan amalan dan gebrakan besar yang cuma ada dalam Ramadhan ini, iya cuma di Ramadhan ini doang perfect moment  buat dapat amalan secara cash dan bisa bayar hutang hutang hutang dosanya, yah... meskipun secara nyicil alias kredit, hihi....

Teman teman pernah dengar istilah i’tikaf gak? Pasti dong pernah dengar, tapi tau gak apa arti sama fungsi dari i’tikaf itu sendiri? Kalau gak tau, yuk disimak sedikit info ini.
I’tikaf itu adalah salah satu cara yang digunakan untuk mencari pahala atau amalan, nah, hubungan i’tikaf dengan persiapan tadi yaitu, Rasulullah SAW dan para sahabat selalu melakukan i’tikaf di 10 hari terakhir Ramadhan, tujuannya tak lain dan tak bukannya selain selain mencari pahala, juga untuk mendapatkan Lailatul Qadar. Jamgan ditanya nikmat apa yang akan kita dapat jika kita meraih Lailatul Qadar, karena sungguh luar biasa kemuliaan yang dianugerahkan Allah SWT pada malam Lailatul Qadar, dan sungguh manusia yang beruntung yang bisa mendapatkan Lailatul Qadar.
So, Rasulullah dan para sahabat yang sudah dijamin masuk surga saja masih giat beri’tikaf  di 10 hari terakhir Ramadhan, bagaimana dengan kita yang masih berlumur dengan dosa? Sungguh kerugian yang tiada terkira jika kita melewatkannya begitu saja bukan?

Oleh karena itu, untuk para sahabat yang insha allah dirahmati Allah, mari kita perbaharui persiapan kita selama ini, jangan sampai kita menjadi orang yang merugi, come on all, it’s time to fastabiqul khairat.
Eitsss... bukan berarti persiapan yang satu tadi malah diabaikan, jangan lupa juga dengan persiapan yang satu itu, nanti mommynya malah marah-marah lagi, weleh weleh, bisa bisa ribet tuh urusan, haha..
Don’t forget all, man jadda wa jadda

0 comments:

Posting Komentar