Satu peringatan untuk semua muslim, mari kita renungkan bersama dan fikirkan bersama. Berapa banyak kita punya account sosical network, blog, forum hingga milist serta media lainnya di dunia maya ?

Jika suatu hari nanti kita meninggal dunia, akun facebook; tweeter; blog; kaskus; instagram dan lain-lainnya hanya kita yang tahu password dan hanya kita yang boleh akses. Selepas kita mati apa yang terjadi pada akun-akun kita tersebut ? Mungkin ada yang akan mengucapkan takziah mungkin ada yang menjenguk sebagai obat rindu.

Tetapi…


Sadarkah gambar, foto, komentar, status dan berbagai hal yang telah kita upload akan terus berada disitu. Bayangkan jika semua akun itu berisi hal yang tidak baik, berisi gambar yang tidak layak, berisi foto tanpa hijab, mengumbar aurat yang tidak tertutup sempurna, semua itu akan terus membuat kita tersiksa didalam kubur.

Sadarkah kita ? Mungkin kita pernah mengeluh di sosial media, mungkin kita pernah mencaci maki dan menyakiti perasaan orang lain di media tersebut tetapi kita lupa untuk menghapusnya sampai ajal menjemput. Semua itu akan menambah siksa kita di dalam kubur.

Mulai saat ini gunakanlah sosial media sebaik mungkin, gunakan untuk sesuatu yang bermanfaat dan menjadi tabungan di akhirat kelak.
.
by : jani master

Nah.. satu lagi  nih.. hal2 yg patut dihindari bin berbahaya pas idul fitri.
.
(1) _*Tasyabbuh*_ (meniru-niru)
.
Tasyabbuh (meniru-niru) orang-orang kafir, kayak pakaian dan mendengarin musik/nyanyian yang aneh2. (kecuali rebana yang dimainkan oleh wanita yang masih kecil).
.
“Barangsiapa yang meniru-niru suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka.” (HR. Ahmad)
.
(2) _*Tabarruj*_
.
Tabarruj (memamerkan kecantikan)  apalagi nih yang pada pake baju lebaran. Kudu hati2. Sederhana aja ey tampilannya 😊
.
(3) _*Berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahram*_
.
Fenomena ini merupakan musibah yang sudah sangat merata. Tidak ada yang selamat dari musibah ini kecuali yang dirahmati Allāh.
.
Padahal perbuatan ini haram lho...
.
berdasarkan sabda Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam:
"Sungguh, seandainya kepala kalian ditusuk dengan jarum dari besi, lebih baik daripada dia menyentuh wanita yang tidak halal dia sentuh.”
.
(4) _*Begadang saat malam ‘Iedul Fitri*_
.
Ada lagi  menjadikan malam ‘Ied untuk begadang dengan bermain catur, kartu atau sekedar ngobrol ngalor ngidul ngga jelas. Nah, akibatnya pas subuh susah banget bangunnya. Sehingga melalaikan shalat subuh.. fatal kan .?
.
#Foristek #26 #idulfitri #mudik #1438H #lebaran

For your information... Sholat ied itu gini...

1.shalat ied dulu, lalu diikuti dengan khutbah ied.
"Rasulullah,Abu Bakar dan Umar, mereka mengerjakan shalat Dua hari raya sebelum khutbah."
(muttafaq Alaihi)

2.Tanpa Shalat sunnah sebelum dan sesudah
Nah, kalo shalat ied ngga ada shalat sunnah sebelum dan sesudahnya yaaa
"Rasulullah -Shallallahu Alaihi Wasallam- mengerjakan shalat ied dua rakaat, Beliau tidak shalat sebelumnya dan tidak pula sesudahnya." (muttafaq alaihi)

3. Shalat ied tanpa azan dan iqamat
Kalau shalat ied itu, dikerjakan tanpa azan, tanpa iqamat,juga tanpa ucapan "ash-shalaatu jami'ah" kayak sholat tarawih..

4. 7 takbir rakaat pertama, 5 takbir rakaat keduan, juga disyariatkan untuk mengangkat tangan pada setiap kali takbir tersebut,

5.Tidak ada dzikir tertentu yang diucapkan disela-sela takbir tambahan tersebut.

6.Bacaan surah dihari raya
dianjurkan membaca pada rakaat pertama surah Qaaf, dan pada rakaat kedua surah Al-Qamar, atau pada rakaat pertama membaca surah Al-A'la, dan pada rakaat kedua membaca surah Al-Ghasyiyah

Siip.. semoga menambah pengetahuannya yaak. Trus jngan lupa diamalin 😄
*[ Nyunnah saat idul fitri]*
Assalamu'alaikum sobat✋
Ada beberapa amalan yang disunnahkan sebelum kita melaksanakan shalat idul fitri, formin kasih bocoran yaa..
.
1) disunnahkan mandi, berhias dan memakai pakaian yang bagus..tapi tidak menyelisihi syariat...
Tetap syar'i dan tidak memakai wangi2an bagi perempan dan nggak pakai pakaian sutra bagi yang cowok2
2) makan sebelum berangkat menuju shalat ied, berbeda halnya pada hari idul adha, tidak dianjurkan makan sebelum berangkat menuju shalat.
.
Hal ini berdasarkan hadits
"Rasulullah -Shallallahu Alaihi Wasallam- tidak keluar dihari raya idul fitri hingga Beliau makan, dan Beliau tidak makan dihari raya idul adha hingga selesai shalat"
(HR.Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah)
.
3) Disunnahkan berjalan kaki berangkat menuju shalat ied, jika hal tersebut memungkinkan,
berdasarkan hadits  "termasuk dari sunnah, adalah keluar menuju shalat ied dengan berjalan kaki." (HR.tirmidzi)
.
4) disunnahkan berangkat menuju shalat melalui satu jalan, dan pulang melewati jalan yang berbeda.
Hal ini berdasarkan hadits bahwa Rasulullah -Shallallahu Alaihi Wasallam- jika dihari raya, Beliau menyelisihi jalan ( berangkat lewat satu jalan, dan kembali lewat jalan yang lain)."
(HR.Bukhari)
.
5) dianjurkan memperbanyak takbir disaat keluar dari rumah menuju shalat.
Sebagaimana yang diriwayatkan dari Ibnu Umar -Radhiallahu Anhu- bahwa Beliau mengeraskan suara takbir disaat keluar dari rumahnya hingga tiba di tanah lapang, lalu Beliau terus bertakbir hingga datangnya imam.
.
#Foristek26 #sunnah #ldulfitri #lebaran #mudik
*[ Selamat Hari Raya Idul Fitri ]*

.
Ramadhan pergi, bukan berarti ibadah terhenti
Ramadhan pergi, bukan berarti masjid menyepi
Ramadhan berlalu, bukan berarti target juga berlalu
Walau banyak yang tak tercapai. Bukan berarti perjuangan terhenti...
.
Hari berganti bulan..
Hari kemenanganpun datang. Sudah menangkah kita? Memerangi hawa nafsu dan syaitan nan senantiasa menggoda..
.
Jangan sampai perjuangan dan karantina selama sebulan, luntur dan sirna karna godaan tiga hari di idul fitri. Karna perjuangan yang sesungguhnya, ada didepan mata..sebelas bulan kedepan...
.
Foristek big family mengucapka  Selamat hari raya idul fitri..
.
taqabbalallaha minna waminkum, wasiamana wasiamakum
.
*Mohon maaf lahir dan bathin*
.
IG : https://www.instagram.com/p/BVuUc8SjMxy/
.
#Foristek #26 #foristjet #idulfitri #lebaran #mudik #ukhuwah #silaturrahmi
*[ Malam ini Kita Takbiran ]*


.
Takbir menyiratkan lautan makna yang tidak bertepi. Ia senantiasa memberikan makna baru bagi mereka yang ingin menggoreskan pena mengungkap rahasia-rahasianya. Dengan takbir, para pejuang kemerdekaan merebut tanah air dari belenggu penjajah, mengorbankan raga dan jiwa demi tegaknya kedaulatan negara dan terciptanya harkat dan martabat bangsa. Mereka memberikan segala bentuk pengorbanan demi generasi bangsa di kemudian hari dengan memekikkan *Allahuakbar*
.
Dengan takbir, mereka yang tengah terpaku menyaksikan manifestasi nama-nama Allah (Asmaul Husna) di alam semesta, dengan spontan memperdengarkan kepada seluruh entitas kehidupan. Setiap kali ukiran-ukiran ilahi yang tergambar jelas menghiasi kehidupan setiap makhluk di alam raya ini nampak di penglihatan mereka, maka dengan sendirinya takbiran pun dilantunkan syahdu. yang telah menghiasi alam raya ini dengan ukiran-ukiran ilahi yang menjadi dalil utama bagi mereka yang berakal bahwa di sana ada zat yang Maha Kuasa, Pencipta dari segala sesuatu, dan Mengetahui apa yang dinampakkan dan yang disembunyikan.
.
Dengan takbir, umat Islam di seantero alam membuat ruang-ruang langit bergetar kuat oleh gema takbiran. yang menggerakkan hati umat untuk datang berbondong-bondong mengumandangkan takbir sebagai tanda kemenangan dari perjuangan spiritual dalam menahan lapar, haus, dan hawa nafsu di bulan suci Ramadhan. yang menyediakan fasilitas-fasilitas gratis bagi mereka yang ingin memperoleh ridha, rahmat, dan kedekatan spiritual terhadap-Nya di bulan suci itu. yang memberi bulan Ramadhan nuansa ibadah yang sangat berbeda dengan bulan-bulan lain. Sebulan sebelum datangnya bulan suci ini, ia telah hidup di hati, senantiasa dikenang, dan didamba-dambakan. Sebulan lagi ia akan datang menyapa, tetapi kehadirannya telah memenuhi sendi-sendi manusia yang cinta kepada anugerah ilahi dari apa yang disuguhkan Ramadhan. Di pagi hari Id, dengan penuh kegembiraan yang luar biasa mereka menghaturkan tanda kesyukuran atas taufik dan hidayah-Nya dalam menjalani ibadah-ibadah ramadhaniah dengan menyorakkan takbir *Allahuakbar*
.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H :)
Sumber : dakwatuna.com
#Foristek #26 #lebaran #mudik #1438H #malamtakbiran
_renungan_

PADA saat malam Takbiran, Ali ibn Abi Thalib terlihat sibuk membagi-bagikan gandum dan kurma. Bersama istrinya, Sayyidah Fathimah az-Zahra, Ali menyiapkan tiga karung gandum dan dua karung kurma. Terihat, Sayyidina Ali memanggul gandum, sementara istrinya Fathimah menuntun Hasan dan Husein. Mereka sekeluarga mendatangi kaum fakir miskin untuk disantuni.

Esok harinya tiba salat ‘Idul Fitri. Mereka sekeluarga khusyuk mengikuti salat jama’ah dan mendengarkan khutbah. Selepas khutbah ‘Id selesai, keluarga Rasulullah Saw. itu pulang ke rumah dengan wajah berseri-seri.

Sahabat beliau, Ibnu Rafi’i bermaksud untuk mengucapkan selamat ‘Idul Fitri kepada keluarga putri Rasulullah Saw. Sampai di depan pintu rumah, alangkah tercengang Ibnu Rafi’i melihat apa yang dimakan oleh keluarga Rasulullah itu. Sayyidina Ali, Sayyidatuna Fathimah, Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husein yang masih balita, dalam ‘Idul Fitri makanannya adalah gandum tanpa mentega, *gandum basi* yang baunya tercium oleh sahabat Nabi itu. Seketika Ibnu Rafi’i berucap istighfar, sambil mengusap-usap dadanya seolah ada yang nyeri di sana. Mata Ibnu Rafi’i berlinang butiran bening, perlahan butiran itu menetes di pipinya. Kecamuk dalam dada Ibnu Rafi’i sangat kuat, setengah lari ia pun bergegas menghadap Rasulullah Saw. Tiba di depan Rasulullah, “Ya Rasulullah, ya Rasulullah, ya Rasulullah. Putra baginda, putri baginda dan cucu baginda,” ujar Ibnu Rafi’i. “Ada apa wahai sahabatku?” tanya Rasulullah.
“Tengoklah ke rumah putri baginda, ya Rasulullah. Tengoklah cucu baginda Hasan dan Husein.”
“Kenapa keluargaku?”
“Tengoklah sendiri oleh baginda, saya tidak kuasa mengatakan semuanya.”

Rasulullah Saw. pun bergegas menuju rumah Sayyidatuna Fathimah az-Zahra r.a. Tiba di teras rumah, tawa bahagia mengisi percakapan antara Sayyidina Ali, Sayyidatuna Fathimah dan kedua anaknya. Mata Rasulullah pun berlinang. Butiran mutiara bening menghiasi wajah Rasulullah Saw. nan suci.
Air mata Rasulullah berderai, melihat kebersahajaan putri beliau bersama keluarganya. Di hari yang Fitri, di saat semua orang berbahagia, di saat semua orang makan yang enak-enak. Keluarga Rasulullah Saw. penuh tawa bahagia dengan gandum yang baunya tercium tak sedap, dengan makanan yang sudah basi.

“Ya Allah, Allahumma Isyhad. Ya Allah saksikanlah, saksikanlah. Di hari ‘Idul Fitri keluargaku makanannya adalah gandum yang basi. Di hari ‘Idul Fitri keluargaku berbahagia dengan makanan yang basi. Mereka membela kaum papa, ya Allah. Mereka mencintai kaum fuqara dan masakin. Mereka relakan lidah dan perutnya mengecap makanan basi asalkan kaum fakir-miskin bisa memakan makanan yang lezat. Allahumma Isyhad, saksikanlah ya Allah, saksikanlah,” bibir Rasulullah berbisik lembut.

Sayyidatuna Fathimah tersadar kalau di luar pintu rumah, bapaknya sedang berdiri tegak. “Ya Abah, ada apa gerangan Abah menangis?” Rasulullah tak tahan mendengar pertanyaan itu. Setengah berlari ia memeluk putri kesayangannya sambil berujar, “Surga untukmu, Nak. Surga untukmu.”
Demikianlah, menurut Ibnu Rafi’i, keluarga Rasulullah Saw. pada hari ‘Idul Fitri senantiasa menyantap makanan yang basi berbau apek. Ibnu Rafi’i berkata, “Aku diperintahkan oleh Rasulullah Saw. agar tidak menceritakan tradisi keluarganya setiap ‘Idul Fitri. Aku pun simpan kisah itu dalam hatiku. Namun, selepas Rasulullah Saw. wafat, aku takut dituduh menyembunyikan hadits, maka aku ceritkan agar jadi pelajaran bagi segenap kaum Muslimin.” (Musnad Imam Ahmad, jilid 2, hlm. 232).
Ya Rasulullah, begitu mulianya hati baginda bersama keluarga. Siapa gerangan yang tak malu? Siapa orangnya yang tak kelu? Kami di hari nan fitri, makanan kami lezat-lezat, makanan kami enak-enak. Harus kami apakan diri ini, ya Rasul? Kami malu.

Ya Rasulllah, teteskan kemuliaan jiwa baginda kepada kami, teteskan walau hanya setitik, agar jiwa kami semua tiada tandus dari kasih. Ya Rasulallah, berikan kedermawanan jiwa baginda dan keluarga kepada kami dan keluarga kami. Lapangkan dada kami untuk tidak terpukau oleh kemilau dunia sementara kaum fakir-miskin menderita. Luaskan hati kami untuk bisa mencintai kaum papa sebagaimana baginda telah memberikan teladan yang begitu sangat mulia. Allâhumma shalli wa sallim ‘ala Sayyidinâ Muhammad wa ‘ala Ali Sayyidina Muhammad.

Penulis : Anonim
Tips berikut ini diharapkan dapat membantu agar tetap sehat dan bugar selama melakukan perjalanan mudik. 


11. Memeriksa Kondisi Kendaraan dan Melengkapi Perlengkapan Berkendara
            Sebelum melakukan perjalanan mudik, kondisi kendaraan yang akan digunakan sebaiknya diperiksa. Bahkan, jika memungkinkan perlu diservis dahulu di bengkel langganan. Diharapkan dengan kondisi kendaraan yang bagus, perjalanan mudik akan lancar.
            Selain mengecek kondisi kendaraan, hal yang tidak boleh untuk dilupakan adalah memeriksa perlengkapan berkendara, baik itu yang berupa surat-surat kendaraan maupun perlengkapan keselamatan berkendara. Hal ini terutama sekali bagi  pemudik yang menggunakan sepeda motor. Selain menggunakan helm yang standar, disarankan juga memakai masker penutup wajah untuk melindungi diri dari polusi udara. Selain itu, sebaiknya tidak lupa untuk memakai jaket yang digunakan untuk melindungi diri dari angin selama perjalanan, usahakan menggunakan jaket yang anti air, agar dapat tetap berkendara ketika hujan. Kemudian, sebaiknya memakai sepatu dan sarung tangan agar kaki dan tangan tetap nyaman ketika berkendara dalam waktu lama.

22. Persiapkan Obat-obatan
Sebelum melakukan perjalanan mudik yang panjang, sebaiknya segala keperluan selama perjalanan dipersiapkan dengan baik. Misalnya, gunakan pakaian yang membuat Anda merasa nyaman selama perjalanan. Selain itu, bawalah persiapan obat-obatan yang diperlukan. Obat-obat yang hampir selalu diperlukan, misalnya obat nyeri/analgenik jika badan terasa lelah dan pegal-pegal, obat flu, obat antidiare, mual/muntah, itu semua harus selalu dipersiapkan. Obat-obat yang harus rutin diminum, seperti obat untuk diabetes, hipertensi, jantung, dan sebagainya jangan sampai ketinggalan. Jangan memaksakan diri dengan meminum obat atau bahan tertentu yang dipromosikan dapat meningkatkan daya tahan tubuh sesaat.

33. Bawalah perlengkapan Shalat
            Jangan lupa untuk membawa perlengkapan shalat seperti kain sarung, sajadah, dan mukena bagi perempuan. Dengan terjaganya shalat kita, InsyaAllah mudik kita akan mendapat keberkahan dan diberi keselamatan oleh Allah SWT.

44. Memerhatikan Makanan Selama Perjalanan
            Jangan membeli makanan sembarangan. Jika salah makan, dikhawatirkan akan mengakibatkan diare. Jangan minum minuman yang mengandung kafein karena ini akan mempercepat terjadinya dehidrasi. Pastikan stock makanan cukup apabila terjebak kemacetan yang panjang.

55. Memerhatikan Waktu Perjalanan
            Mamantau kondisi lalu lintas di jalan utama yang akan Anda lewati dapat membantu menentukan waktu perjalanan yang paling ideal. Melakukan perjalanan siang hari lebih cepat membuat letih daripada malam hari. Ambillah waktu terbaik sesuai atau Anda bisa memilih untuk berangkat setelah shalat subuh.

66. Beristirahat
            Meskipun perjalanan masih jauh dan lama, segera beristirahat jika sudah merasa lelah berkendara tidak ada yang lebih penting dibandingkan keselamatan Anda dan keluarga. Anda dapat mengambil waktu untuk beristirahat setiap 3 atau 4 jam berkendara untuk menjaga stamina Anda.



Berikut tips-tips yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan kita, seperti yang dilansir oleh Islamicity.

1. Lakukan perjalanan untuk Allah. Luangkanlah sebagian waktu sibuk kita untuk melakukan suatu perjalanan khusus yang ditujukan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Pergilah ke suatu tempat yang dapat membuat kita bersyukur lebih banyak kepada Allah, terkagum pada ciptaan-Nya, dan mampu meningkatkan keimanan serta kecintaan kepada Allah SWT.

2. Ber-Itikaf. Habiskan malam dengan berdiam di masjid. Bukan tidur semalaman, melainkan berdzikir, memohon ampun, bermuhasabah, dan melakukan shalat malam (qiyamul lail).

3. Mengkaji Al-Qur’an. Jangan hanya membaca Al-Qur’an dari tulisan arabnya saja. Pahami juga terjemahannya dengan membaca tafsir dan jangan lupa untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

4. Perbanyaklah Beristighfar. Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan ampunan, terutama pada sepuluh hari terakhirnya. Karena itu, pastikan setiap waktu terisi dengan kegiatan bermanfaat yang mampu menambah pahala juga mendekatkan kita kepada ampunan Allah, sehingga dosa-dosa kita dapat dihapuskan oleh Allah SWT. 

5. Buat daftar do’a pribadi. Tuliskan apa saja yang kita inginkan, lalu berdo’alah untuk itu di setiap shalat, setiap waktu, terutama di waktu diijabahnya do’a. Dengan membuat daftar, kita tidak akan lagi kebingungan akan berdo’a apa saja, dan tidak ada lagi do’a yang terlewatkan untuk dipanjatkan. Berdo’alah dengan sungguh-sungguh, penuh ketulusan hati, dan jangan terburu-buru.

Dari Aisyah r.a., ia berkata, “Aku bertanya, ‘Ya Rasulullah jika aku mengetahui bahwa malam itu adalah lailatul qadar, apa yang harus aku ucapkan waktu itu?’ Rasulullah bersabda, ‘Ucapkanlah: Allaahumma innaka ‘afuwwun kariim tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii (Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia, Engkau Mencintai Pemaafan, maka maafkanlah aku)’,” (HR. Tirmidzi, shahih menurut Al-Albani).

6. Evaluasi diri. Periksa semua kegiatan yang telah dilakukan. Apakah bermanfaat? Mendatangkan pahala dan ridho Allah? Atau malah mendatangkan dosa? Perhatikan setiap langkah, ucapan, dan perbuatan kita. Apabila terdapat kesalahan segeralah meminta ampun kepada Allah dan perbaikilah kesalahan tersebut, jangan sampai terulang kembali.

Sebenarnya masih banyak kegiatan yang mampu memaksimalkan sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, semuanya kembali lagi kepada diri kita. Mari kita sama-sama perbaiki diri, maksimalkan ibadah, dan manfaatkan waktu-waktu berharga ini untuk mendapatkan sebanyak-banyaknya pahala, kasih sayang, ampunan, serta ridho Allah SWT. Semoga bermanfaat.

Sumber: Islamicity