Assalamualaykum..
Sahabat-sahabat, bertepatan pada hari sabtu, 8 November lalu, BBMK foristek yang mengusung tema Engineering Islamic College (EIC) 2014 selesai dilaksanakan. Wisuda. Ya, seperti kampus pada umumnya, penutupan acara indoor dua hari lalu juga dikemas dengan konsep pewisuda-an seluruh peserta.

Mengusung tema kampus, EIC disusun menjadi empat fakultas yaitu Fakultas Multimedia, yang terdiri dari jurusan Design Grafis dan Video Editor, Fakultas Kesenian Islam dengan jurusannya nasyid dan kaligrafi, Fakultas Jurnalistik dengan jurusan karya tulis dan komunikasi, serta fakultas keputrian.

Empat pertemuan selama satu bulan mengikuti EIC rasanya memang waktu yang sangat singkat. Namun dengan kerja sama yang kuat antara panitia pelaksana, tak disangka hasil yang didapat dari agenda BBMK tahun ini sungguh luar biasa.

Sesuai dengan tujuan acaranya, BBMK (Bina Bakat Minat dan Kepemimpinan), alhamdulillah seluruh bakat, minat dan jiwa kepemimpinan para peserta terlihat sepanjang perjalanan acara ini berlangsung. Berikut adalah pencapaian atau output yang berhasil ditorehkan oleh masing-masing jurusan,

1. Jurusan Komunikasi

Sepanjang perjalanan EIC, jurusan komunikasi menghasilkan luaran mahasiswa yang tak kalah hebat. Mahasiswa jurusan ini terlihat sangat antusias mengembangkan bakat mereka, tentunya dalam hal berkomunikasi di depan umum. Mulai dari berpidato, menjadi MC hingga mengadakan debat di hadapan seluruh mahasiswa EIC


(Debat. Salah satu penampilan mahasiswa Jurusan Komunikasi)

2. Jurusan Karya Tulis

Jurusan karya tulis juga termasuk jurusan yang membanggakan. Bagaimana tidak, meski dengan pertemuan yang sangat singkat selama satu bulan, namun jurusan ini berhasil merilis sebuah buku dengan judul "THINK". Dengan tema memberikan solusi dari permasalahan yang terjadi, buku ini mendapat apresiasi yang luar biasa, bukan hanya dari seluruh peserta, namun juga dari para alumni dan petinggi-petinggi mahasiswa.

"Melalui buku ini, kami ingin menyampaikan kepada seluruh mahasiswa dan pemuda Indonesia, bahwa sesungguhnya pemikiran-pemikiran segar kita sangat dibutuhkan. Yuk sama-sama kita lebih tanggap lagi terhadap permasalahan-permasalahan yang terjadi di sekitar kita, dan berusaha menjadi bagian dari pemberi solusi atas masalah itu. Semoga buku ini bermanfaat bagi kita semua.." Tukas Qori, salah satu instruktur jurusan ini.


(Cover buku "THINK", karya Jurusan Karya Tulis)


(Buku ini mendapat kesan yang baik)


3. Jurusan Seni Islam

Jurusan seni islam difokuskan pada nasyid dan kaligrafi. Tidak berbeda dengan jurusan-jurusan sebelumnya, jurusan ini juga sama hebatnya. Hal ini terlihat dari desain-desain kaligrafi yang mereka buat serta penampilan tim nasyid yang sungguh merdu. Berbagai keahlian terlihat saat tim nasyid tampil di depan seluruh mahasiswa. Ada yang benar-benar bersuara merdu, ada yang sangat ahli dalam seni beat box, ada yang bersuara bass, dan yang pasti semua tampil dengan rasa percaya diri yang luar biasa.


(Salah satu tim nasyid Jurusan Seni Islam tampil saat Wisuda)

4. Jurusan Video Editor

Digawangi oleh Rinaldi Putra Bahari sebagai instrukturnya, video-video hasil jurusan ini mampu memukau seluruh mahasiswa EIC ketika ditampilkan sewaktu wisuda. Berbagai konsep video menarik yang berhasil dibuat yaitu video nasehat tentang ajakan untuk saling memberi yang juga dikemas dengan komedi, serta video mengenai perjalanan selama mengikuti perkuliahan di Engineering Islamic College.


(Video Nasehat, salah satu output membanggakan dari Jurusan Video Editor)

5. Jurusan Design Grafis

Berbagai desain menarik dan tentunya berkualitas berhasil ditetaskan dari jurusan ini. Mulai dari desain logo masing-masing jurusan di EIC, hingga pamflet-pamflet menarik. Berikut desain-desain yang berhasil dibuat jurusan Design Grafis,


(Poster buatan jurusan desain grafis akhwat)


(Pamflet buatan jurusan desain grafis akhwat)


(Desain hand-made buatan jurusan mahasiwa desain grafis)

Nah itu tadi hasil-hasil yang berhasil ditetaskan di Engineering Islamic College tahun ini. Sebuah kebanggan bagi kami, panitia pelaksana BBMK Foristek tahun ini. Mudah-mudahan tahun depan dapat jauh lebih baik dari tahun ini. Aamiin.









(Selamat diwisuda untuk yang pertama kali adik-adik..)

Jangan lupakan moment-moment indah yang kita lalui sepanjang perjalanan EIC tahun ini.. Terus asah potensi dan bakat adik-adik, :)


Mungkin sang penulis pada saat ini bukan lah orang yang terbilang sukses, itu dikarenakan penulis pada saat ini sedang dalam perjalanan mencoba untuk menjadi orang yang sukses. Tulisan ini penulis buat untuk memotivasi semua orang termasuk diri penulis sendiri untuk berjuang bersama untuk mencapai suatu kesuksesan yang hakiki.


Banyak orang yang berpendapat untuk menjadi orang yang sukses itu sangatlah susah, dan  padahal mereka belum ada mencoba untuk menjadi seorang yang sukses. Karena sebenarnya apabila mereka mencoba untuk menjadi orang yang sukses, mungkin saja dengan usaha yang mereka lakukan dapat membuahkan sebuah hasil yang tak terduga yakni suatu kesuksesan.  Karena asalkan mereka tahu bahwa kunci dari sebuah kesuksesan adalah terus mencoba, mencoba dan terus berulang kali untuk mencoba, dan belajar dari sebuah kesalahan yang lewat, maka kemungkinan orang tersebut bisa saja menjadi orang yang sukses dari segala usaha yang mereka lakukan untuk menjadi orang yang sukses.

Andaikan saja seluruh orang di muka bumi ini menanamkan kata “JUST TRY AND TRY” dalam diri mereka, mungkin tidak ada lagi orang yang terbilang tidak sukses di muka bumi ini. Karena hak untuk sukses ini tidak bisa di ganggu gugat oleh orang lain, dan akan selalu menjadi takdir dalam dirinya sendiri untuk mencapai kesuksesan, karena semua orang diberi kesempatan yang sama untuk membuat diri mereka sukses, karena masing-masing individu memiliki kemampuan yang unik, yang tidak dimiliki orang lain, yang dengan kemampuan unik ini kemungkinan dia bisa mencapai sebuah kesuksesan.

Janganlah malu apabila diri kita mengalami sebuah kegagalan, jangan takut di hujat apabila kita mengalami kejatuhan dari usaha yang kita lakukan. Karena orang-orang yang menghina dan menghujat kita tersebut pada akhirnya akan menghargai apa yang telah susah payah kita buat, karena insyaAllah semua apa yang kita ciptakan bisa menghasilkan sebuah karya yang berguna bagi mereka yang pada awalnya menghujat perjuangan kita. Intinya, tanamkan pada diri kita bahwasanya kegagalan dan kejatuhan adalah sebuah kebangkitan dan keberhasilan dari diri kita.

Jangan pernah minder apabila pada masa lalu prestasi kita pernah memburuk. Karena ingatlah bahwa Isaac Newton sang pencetus teori gravitasi pernah di masa lampaunya, yakni pada masa Sekolah Dasar nilainya sempat sangat buruk, sampai-sampai gurunya kebingungan untuk memperbaiki nilainya yang buruk. Jangan malu apabila kita mengalami sebuah autisme, karena ingatlah bahwa ilmuan sang pencetus teori relativitas yakni Albert Einsten pernah mengalami keterlambatan dalam hal berbicara, bahkan dia di diagnosis mengalami gejala autisme.

Jangan menutup diri dan pesimis bahwa kita tidak akan sukses karena mengalami suatu cacat mental, karena sang pencipta lampu pijar yaitu Thomas Alpha Edison adalah seorang yang cacat mental, dia adalah seorang yang tuli, dan hanya bersekolah selama 3 bulan. Namun dengan keterbatasan yang dia miliki Thomas Alpha Edison, setelah mengalami 9.999 kali kegegalan, akhirnya namanya dapat terukir di buku bacaan kita bahwa beliaulah sang pencipta lampu pijar.


Pada saat keberhasilannya, Thomas Alpha Edison pernah ditanya “Apa kunci kesuksesannya?” Thomas Alpha Edison menjawab, “SAYA SUKSES KARENA SAYA TELAH KEHABISAN APA YANG DISEBUT DENGAN KEGAGALAN”, bahkan ketika dia ditanya “Apakah dia tidak bosan dengan kegagalan yang terus dia alami?”, ia hanya menjawab “DENGAN KEGAGALAN ITU, MALAH SAYA MENGETAHUI RIBUAN CARA AGAR LAMPU TIDAK MENYALA”. Itulah mungkin kata motivasi yang dapat kita tangkap dari seorang ilmuan yang pada mulanya dianggap idiot di bangku sekolahnya, yakni Thomas Alpha Edison.

Mark Zuckenberg (CEO Facebook)
Tahukah anda?? Usia tidak menentukan titik kesuksesan dari seseorang, karena sang milliarder Mark Zuckerbeck adalah sang miliarder muda, yang ternyata beliau pernah juga mengalami sebuah kegagalan, karena Mark pernah mengalami DO (Drop Out) di bangku kuliahnya yakni di Harvard University, bukan karena sibuk di Organisasi, atau karena nilainya yang sangat buruk, akan tetapi dia di DO karena dia sibuk dengan situs jejaring sosial yang kini dia pegang sebagai CEO yakni Facebook. Tahukah anda, mengapa situs jejaring sosial facebook didominasi dengan warna biru?? Mungkin jawaban yang paling tepat dari pertanyaan ini yakni Mark Zuckenberg adalah seorang buta warna, dan warna yang paling jelas dia lihat yakni warna biru. Oleh karena itu, facebook di dominasi dengan warna biru, agar si Mark ini mudah dalam mendesain tampilan dari facebook supaya lebih menarik dan memiliki banyak peminatnya. Ini membuktikan kepada kita bahwa kekurangan yang kita miliki bisa menjadi suatu kelebihan yang begitu berguna untuk faktor kesuksesan yang akan kita peroleh.

Pelajaran yang dapat kita peroleh dari tulisan saya ini yakni janganlah kita menghujat apa yang orang lain lakukan, walaupun hal itu terlihat sungguh gila menurut kita. Mungkin mereka sedang menciptakan sebuah ciptaan yang nantinya dapat membuat kita kagum dan merasa menyesal tidak mendukung dan mensuport apa yang mereka lakukan. Pesan saya kepada pembaca, yakni janganlah takut dan malu apabila mengalami sebuah kegagalan, karena semua orang sukses pasti pernah mengalami kegagalan. Karena kegagalan sendiri adalah sebuah “bumbu penyedap” dari sebuah kesuksesan, karena kesuksesan tanpa ada sebuah kegagalan, maka kesuksesan itu terasa sangat hambar dan it’s nothing. Karena proses dari sebuah kesuksesan itulah yang kita perlukan, bukan lah sekedar hasil dari kesuksesannya.

SALAM SUKSES !!!