Rihhlah dalam dekapan Ukhuwah

17 Agustus 2014, bertepatan satu minggu yang lalu adalah hari bersejarah bagi bangsa Indonesia. Tak terasa, 69 tahun sudah usia bangsa ini, yang merupakan sebuah usia yang tak lagi bisa dibilang muda.

Bertepatan dengan hari menuanya Indonesia, anggota aktif Forum Studi Islam Teknik Universitas Andalas sejenak meluangkan waktu tuk sekadar menikmati indahnya alam Indonesia dikota Pakayumbuh, sembari meningkatkan ukhuwah dan mengentalkan kembali rasa cinta terhadap tanah air setelah selama ini barangkali mencair akibat maraknya pemberitaan negatif tentang kesemrawutan yang tak kunjung hilang di negeri ini.

Dimulai dari sebuah area yang cukup lapang di depan gedung sentral pendidikan pasar baru, dua bus universitas ukuran menengah yang full musik perlahan mengantarkan rombongan menuju kota Payakumbuh.

#Kuasa Allah disepanjang Perjalanan

Ah, barangkali inilah sebuah karunia tiada tara yang Allah titipkan di Sumatra Barat. Alam yang indah dan sungguh memukau. Rentetan pebukitan dan sawah yang asri tiada tara menyejukkan mata disetiap jengkal perjalanan. Diiringi lantunan syahdu suara Maher Zain serta semangat menggelora dari Shoutul Harokah yang tiada lelah berkoar semakin membuat perjalanan ini berkesan. Sarat akan nuansa indahnya islam.

#Payakumbuh

Jam 12 siang, setelah menempuh jarak sekitar 120 km dari kota Padang, akhirnya kami tiba di tempat tujuan pertama, "Ngalau" payakumbuh. Melepas penat, menit-menit menjelang masuk waktu zuhur kami manfaatkan untuk sekadar bercengkrama dan makan siang.

(Foto usai shalat zuhur, sebelum lanjut ke goa)

Usai makan siang dan shalat zuhur, perjalanan kembali dilanjutkan. "Goa Ngalau", tak jauh dari tempat makan siang, bus harus mendaki agar bisa sampai ke objek wisata yang satu ini. Satu pelajaran yang bisa diambil "Sesuatu yang luar biasa bisa dirasakan setelah melalui rintangan"

Goa Ngalau. Lokasi ini adalah point pertama dari agenda rihlah yang digawangi bidang kaderisasi foristek. Dilokasi ini, seluruh anggota aktif foristek dibekali materi dan asupan motivasi mengenai makna dakwah, tarbiyah dan ukhuwah dari dua orang alumni, yaitu da Ramadhona dan da Hamdan. Dengan tujuan agar seluruh kader dakwah dibawah naungan forum studi islam teknik kedepannya dapat semaksimal mungkin menjalankan amanah yang diemban, menebar dakwah di kampus teknik Universitas Andalas. 

(Pemberian materi oleh da Hamdan)


(Seluruh anggota aktif foristek serius mendengarkan materi)

Beberapa menit setelah pemberian materi, perjalanan menyusuri goa ngalau pun dimulai. Satu per satu tangga menuju goa dilewati dengan penuh semangat. Hingga akhirnya lubang gelap itu terlihat. Allah. Ya, sungguh kebesaran Allah terlihat diseluruh isi goa yang cukup luas itu.

Udara yang sangat lembab, aroma kelelawar yang mungkin berjumlah ribuan menggelantung di atap, stalaktit dan stalakmit yang sungguh memukau. Ah, maka nikmat Tuhan yang mana yang kau dustakan?? Tidak ada.

(Pengurus Aktif Foristek di depan Lubang Goa)

Usai menikmati pesona goa Ngalau, perjalanan dilanjutkan ke Rumah Godang, Nagari Sungai Baringin, Payakumbuh. Ya, payakumbuh memang terkenal dengan alam yang indah, dan budaya yang masih dipertahankan hingga saat ini.

Halaman rumah Godang yang cukup luas adalah saksi bisu dari point kedua rihlah kali ini. Pembacaan ikrar kader foristek. Dipimpin oleh ketua Umum, Rinaldi Putra Bahari, dengan posisi melingkar, ikrar ini diucapkan dengan lantang oleh seluruh anggota, dengan lantunan takbir yang juga lantang dipenghujungnya. Pembacaan ikrar ini sarat akan makna, yang salah satunya adalah sebagai pengikat seluruh kader agar tetap istiqomah dalam mengemban amanah dakwah, tentunya dengan ruhul istijabah atau loyalitas yang tinggi. 

(Dihalaman Rumah Godang, Nagari Sungai Baringin, Payakumbuh)

Setelah pembacaan ikrar dan puas berfoto ria disana, acara terakhir dari rihlah kali ini adalah kunjungan atau bersilaturrahmi ke rumah salah satu anggota, yaitu kediaman akh Jase Primade (dede sapaannya) yang sekaligus menjadi point ketiga, silaturrahim.

Rihlah. Semoga saja seluruh anggota aktif yang mengikuti rangkaian rihlah kali ini dapat benar-benar memahami apa makna sebenarnya dari agenda ini diangkatkan. Bukan hanya sekedar jalan-jalan, namun lebih dari itu, terselip harapan agar melalui foristek dapat terbentuk keluarga baru yang dapat saling menyokong, dan bersama menjadi motor penggerak syiar islam khususnya di fakultas teknik universitas andalas.

Allahu Akbar!



0 comments:

Posting Komentar