Bincang Hangat Bersama Para Kader Dakwah LKEI


Kemarin 29 Mei 2014, Foristek mengadakan kunjungan ke sekre FKEI (Forum Kajian Ekonomi Islam), kunjungan ini adalah sebagai bentuk dari silahturahmi Foristek ke FSI yang berada di lingkungan kampus Unand. Acara ini sendiri di selenggarakan sebagai salah satu program dari bidang Hujan (Humas dan Jaringan), sesuai dengan fungsinya yaitu sebagai salah satu bidang yang mengurus hubungan antara Foristek dan FSI lainnya lingkungan dikampus Unand.

Pada acara ini, masing-masing bidang di Foristek wajib untuk mengutus setidaknya satu orang yang mengikuti acara ini. Namun, hanya beberapa bidang yang mengirimkan utusannya. Akan tetapi, kondisi ini tidak mengurungkan niat kami untuk bersilahturahmi ke LKEI. Pada acara silahturahmi ini, Foristek dan LKEI berbincang-bincang hangat tentang program kerja dari kedua FSI. Disela-sela pembicaraan ini, kerap kali terjadi celetuk canda tawa yang menghangatkan pembicaraan dari para insan pemuda dakwah di ruangan sekre LKEI yang cukup megah ini. Ulasan dari pembicaraan kemarin yakni, LKEI dan Foristek tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Namun, perbedaan antara LKEI dan Foristek terdapat pada singkatan-singkatan yang digunakan dari masing-masing bidang kerja.

Misalkan jika di Foristek ada bidang Kaderisasi, di LKEI pun ada juga bidang kaderisasi yaitu bidang SDI (Sumber Daya Islam), fungsinya hampir sama dengan bidang kaderisasi yaitu merekrut anggota baru LMEI yang dilaksanakan melalui acara bernama Pesta (Pesantren wisata), jika di Foristek dinamakan Mentari. LKEI mempunyai bidang yang bernama ISEKOS (Islamic Economic Studies) yang berfungsi sebagai bidang yang membahas permasalahan ekonomi islam, melalui acara yang bernama Kantin (Kajian Rutin), dan Mureg (Musyawarah Regional). ISEKOS ini memiliki jaringan Nasional yang bernama KSEI (Kelompok Studi Ekonomi Islam). Jika dilihat dari fungsinya, ISEKOS sama dengan bidang FULDKT (Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Kampus Teknik) jika di Foristek, dan FULDKT juga memiliki jaringan Nasional yang bernama FSLDK.

Terasa kurang afdhol apabila di suatu Lembaga Dakwah Kampus tidak memiliki bidang Syiar. Bidang Syiar di LKEI sendiri di gawangi oleh suatu bidang yang bernama Syiram (Syiar Islam), fungsinya untuk melaksanakan syiar islam dan mengkaji fenomena-fenomena islam yang terjadi pada saat sekarang ini melalui pembuatan pampflet dan mading, yang diletakkan di gedung perkuliahan dan di gedung fakultas ekonomi sendiri.

Adapun masalah akademik di urus oleh bidang Pustaji (Pustaka dan Kajian Islam), bidang Pustaji insyaAllah rutin ini melakukan suatu seminar yang diadakan 2 kali dalam 1 bulan. Di bidang bisnis sendiri LKEI memiliki bidang Danus yang mengatur roda perekonomian LKEI. Untuk masalah kesekretariatan, LKEI memiliki Sekjen (Sekretaris Jendral), yang di Foristek bernama Sekum (Sekretaris Umum)

Dari kunjungan kami kemarin, ada beberapa pelajaran yang dapat diambil untuk kemajuan foristek kedepannya. Diantaranya dalam pengontrolan kader, LKEI memiliki cara untuk terus mengajak para kader yang mulai jenuh, dan membuat event-event menarik seperti main footsal, mabid, dan makan bersama yang dilaksanakan 2 kali dalam 1 bulan. Dan mereka juga menanamkan prinsip kepada kader yang mulai jenuh dengan prinsip “dia adalah bagian dari kita”.

Dilihat dari pustaka LKEI, LKEI memiliki koleksi buku yang sangat banyak, koleksi buku ini diperoleh dari para alumni, dan cara pengumpulan buku dari alumni ini dilaksanakan dengan cara yang menarik yaitu setiap alumni diwajibkan untuk menyumbang 1 buku motivasi, dan 1 Tugas Akhir.

Untuk pendanaan, LKEI memiliki cara yang terbilang unik dalam mengumpulkan dana, salah satu caranya yakni dengan cara membuat suatu rental helm, yang mana pendanaan rental helm ini akan disetor ke LKEI selama 2 bulan sekali, cara lain yaitu dengan mengadakan wajur (warung kejujuran), dan menjual bunga untuk kegiatan wisuda. Yang mana dari seluruh kegiatan ini, dananya bisa untuk menggerakkan roda perekonomian LKEI.

Untuk dukungan mengadakan event sendiri, LKEI memiliki dukungan yang kuat dari dekanat, hal ini terlihat dari setiap kali LKEI mengajukan surat permohonan, surat-surat dari LKEI jarang ditolak, dan permasalahan terdapat dari dana pada setiap kali mengajukan surat proposal.











Terimakasih LKEI, lain kali sempatkan waktu untuk berkunjung ke Foristek ya?

By : Syiar Foristek, Share and Care.

0 comments:

Posting Komentar