Berkenalan Dengan Manusia Penyegel Ya'juj Ma'juj

Allah SWT menjelaskan salah satu tanda kiamat adalah keluarnya Ya'juj dan Ma'juj dari tembok besi berlapis timah, yang dibangun oleh Zulkarnain dengan mengapit dua gunung.



ilustrasi kurungan ya'juj dan ma'juj

Allah SWT menakdirkan bangunan besi tersebut tidak akan berkarat atau berlubang, meskipun dirusak dengan berbagai cara. Sampai akhirnya Allah sendiri yang memerintahkan bangunan itu
hancur, sehingga kaum Ya'juj dan Ma'juj keluar berhamburan seperti gelombang besar menerjang permukaan rendah untuk membuat keonaran dan kerusakan.

Siapakah sebenarnya Zulkarnanin tersebut? Tidak banyak riwayat menunjukkan secara pasti Zulkarnain. Bahkan Allah SWT hanya menjelaskan Zulkarnain sebagai manusia yang diberi kekuasaan, dan kekuatan untuk menaklukkan sesuatu di bumi. Seperti tertuang dalam surrah Al-kahfi ayat 84 - 100, berikut terjemahannya :

83. Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulqarnain. Katakanlah: “Aku akan bacakan kepadamu cerita tentangnya”.

84. Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu,

85. maka diapun menempuh suatu jalan.

86. Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenamnya matahari 887, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat 888. Kami berkata: “Hai Dzulqarnain,kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan 889 terhadap mereka”.

87. Berkata Dzulqarnain: “Adapun orang yang aniaya, maka kami kelak akan mengazabnya, kemudian dia dikembalikan kepada Rabbnya, lalu Dia mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya.

88. Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan Kami titahkan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah Kami”.

89. Kemudian dia menempuh jalan (yang lain).

90. Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah timur) dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari 890 itu,

91. demikianlah. Dan sesungguhnya ilmu Kami meliputi segala apa yang ada padanya.

92. Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi).

93. Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan 891.

94. Mereka berkata: “Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu 892 orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka”

95. Dzulqarnain berkata: “Apa yang telah dikuasakan oleh Rabbku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka,

96. berilah aku potongan-potongan besi”. Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulqarnain: “Tiuplah (api itu)”. Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: “Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar ku tuangkan ke atas besi panas itu”.

97. Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya.

98. Dzulqarnain berkata: “Ini (dinding) adalah rahmat dari Rabbku, maka apabila sudah datang janji Rabbku. Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Rabbku itu adalah benar”.

99. Kami biarkan mereka di hari itu 893 bercampur aduk antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi 894 sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya.

100. dan Kami nampakkan Jahannam pada hari itu 895 kepada orang-orang kafir dengan jelas. 

(QS. 18:84-100)

Dalam buku mengungkap misteri perjalanan Zulkarnain ke Cina tulisan Hamdi bin Hamzah Abu Zaid dikatakan, berdasarkan bukti sejarah, diduga kuat Zulkarnain merupakan seorang raja Muslim yang bernama asli Akhnaton seperti yang kami kutip dari www.merdeka.com.

"Melalui proses penemuan tersebut, terungkap salah satu output penelitian ini dan tercermin pada keberhasilan memperoleh bukti kuat bahwa Zulkarnain adalah seorang raja Mukmin yang bernama Akhnaton," kata Hamdi.

Akhnaton salah satu raja Mesir kuno dari Dinasti XVIII. Akhnaton berkuasa memimpin rakyat Mesir dari tahun 1371-1352 sebelum Masehi. Berdasarkan temuan itu, maka kepemimpinan Akhnaton juga se zaman dengan Nabi Musa sewaktu berdakwah di Mesir.

Sedangkan secara silsilah, Akhnaton merupakan anak dari Raja Amnahotib III yang menolak seruan Nabi Musa. Kemudian Raja Amnahotib III mengejar Nabi Musa bersama pengikutnya, akhirnya Allah SWT menenggelamkan raja Mesir itu bersama pasukannya di laut Merah.

Karena Akhnaton beriman, Allah SWT menyelamatkan jiwanya dan menjadikannya pemimpin Mesir yang beriman.

0 comments:

Posting Komentar