Ibu & bapak adalah 2 malaikat khusus yg dipilih untuk kita

Merawat & mengasihi, sehingga kita akan merasakan kasih sayang lalu bahagia karenanya.

Yangg selalu menyenandungkan lagu untuk kita & membuat kita tersenyum setiap hari.

Membisikkan kata-kata paling indah, mereka selalu sabar disamping kita, & dengan kasih telah mengajari kita berbicara.

Menengadahkan tangan bersama kita, membimbing, & mengajari kita berdoa. Terus melindungi walaupun nyawa jadi taruhan, bahkan sampai melupakan kepentingannya untuk keselamatan kita.

Mereka mengenalkan kita Tuhan kita, mengajarkan semua keagungan-Nya, mendidik agar kita selalu taat & patuh kepada-Nya. Tak sekedar kata, sungguh kasihnya merasuk ke relung jiwa.

<never ending success>
Tidak seperti game pada umumnya, ice breaking bisa sangat sederhana. Ia bisa hanya terdiri dari beberapa kata atau gerakan. Fungsinya pun beragam, namun biasanya ia digunakan untuk mencairkan suasana. Dibawah ini saya berikan contoh ice breaking yang sering digunakan dalam berbagai kesempatan.
Karena mempunyai fungsi dan situasi yang hampr sama maka akan saya sajikan dengan satu pola umum di bawah ini:
1. Tujuan: Tujuan ice breaking kita ini adalah mencairkan suasana
2. Situasi: permainan ini cocok dilakukan kapanpun, terutama ketika audience sudah terlihat suntuk, untuk membuka acara atau hanya sekedar untuk selingan ditengan materi
GAME 1: APA KABAR ?
Prosedur :
- Sampaikan pada audience, buat kesepakatan diawal bila kita bertanya sesuatu maka audience harus menjawab dengan kata-kata yang disepakati.
- Tanya kabar ini bisa bermacam-macam, missal:
o Tanya : Bagaimana kabarnya pada pagi hari ini…!
o Jawab: Alhamdulillah, luar biasa Allahu akbar…!
o Tanya : How are you today?
o Jawab: Excellent….! Atau Fantastic…!
- Keterangan : kata-kata yang diucapkan bisa bervariasi, bisa dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan kita.
GAME 2 :
PERMAINAN KONSENTRASI
“IKUTI APA YANG SAYA KATAKAN”
Prosedur:
- Pertama sampaikan peraturannya kepada audience. Setelah semuanya paham barulah dimulai. Kalau perlu berilah contoh/praktekan sekali saja:
- Kata kunci kita pada permainan ini adalah instruksi : “Ikuti Apa Yang Saya Katakan” peserta disuruh mengikuti kata-kata trainer. Trainer bisa memilih beberapa benda atau hewan untuk disebutkan, misalnya:
o ayam-ayam, itik-itik, ayam itik itik ayam,(diulang-ulang sampai beberapa kali). Setelah cukup puas membuat peserta senang, katakan: ada berapa ayam? (biasanya peserta akan bingung dan terdiam di sini, kebanyakan dari mereka bahkan minta agar permainan diulang)
o ikuti saja kemauan mereka, diulang beberapa kali dengan tetap menyebutkan instruksi permainan ini. Mungkin akan keluar jawaban-jawaban berupa angka-angka, katakan bahwa semua jawaban salah…! Maka harus diulangi lagi. Setelah beberapa lama, biasanya audience akan sadar terhadap instruksinya, sehingga jawabannya pun akan benar. Karena yang disuruh bukan menghitung ayam atau itiknya, tapi untuk mengikuti yang dikatakan trainer.
- Inti dari permainan ini adalah konsentrasi, aitu untuk mengenali dan melaksanakan instruksi yang diberikan, bukan untuk menghitung jumlah ayam atau itik.
“TEBAK APA YANG SAYA KATAKAN”
Prosedur :
- Sampaikan instruksi permainan ini: “tebak apa yang saya katakan”
- Sanbil menunjukkan jempol, trainer mengucapkan ini ayam
- Ketika menunjukkan telunjuk trainer mengucapkan yang ini sapi
- Kemudian ketika menunjukkan jari tengah trainer mengucapkan kalo yg ini kerbau.
- Tanyakan kepada peserta sudah paham atau belum, praktekan sekali untuk mengetest kepahaman mereka, setelah dirasa paham, barulah trainer menjalankan aksinya.
- Peserta diminta menebak apa yang trainer katakana, katakana seperti contoh diatas, setelah selesai, katakan” Kalo yang ini” tetapi kita menunjuk pada jari kelingking. Biasanya peserta akan bingung dan protes. Ulangi lagi dengan variasi lain. Sampai terjawab dengan benar.
- Ketika peserta telah memahami instruksi diatas, maka ia akan mengikuti kata kunci tanpa memperhatikan jari mana yang kita tunjukkan. Jawaban yang benar adalah bila trainer menyebutkan “ini”, maka jawabannya adalah “ayam” dst, seperti dibawah ini:
Pertanyaan
Jawaban
ini
ayam
yang ini
sapi
kalo yang ini
kerbau
- Nama hewan dan urutan bisa terserah trainer, jadi letak seru atau tidaknya permainan ini adalah bagaimana peserta bingung menjawab pertanyaan trainer kkarena tidak memperhatikan instruksi.

Sumber: http://smpn2lem.blogspot.com/2011/06/kumpulan-ice-breaking.html
1. Tentukan Karakter MADING
Sebuah MADING yang ada di masjid tentu saja berbeda muatannya dengan MADING yang ada di jurusan. MADING di sekolah tentu beda dengan MADING kampus. Penetapan Karakter MADING sangat penting. Hal-hal seperti : Segmen Pembaca, Isu yang diusung, Jadwal Terbit, Gaya Bahasa adalah beberapa hal utama yang membuat MADING punya karakter yang menentukan pengelolaannya kedepan.

Tidak perlu bingung, untuk MADING pada tahap-tahap awal, mencontek karakter sebuah (sekali lagi –SEBUAH) – majalah atau tabloid adalah cukup efektif. Contoh : SABILI dengan karakter sedikit keras dan pedas, segmen pembacanya aktifis Islam, terbit dua minggu sekali, gaya bahasa blak-blakan, atau misal yang lain TARBAWI dengan karakter lembut (sehingga di kalangan penulis ada yang menyebut gaya bahasa TARBAWI), segmen pembaca masyarakat umum, terbit dua minggu sekali dst,dst,dst. Dan yang tak kalah penting JANGAN PERNAH MENIRU KARAKTER SURAT KABAR.

2. Susun Kepengurusan MADING
MADING profesional melibatkan orang-orang profesional, bukan sekedar orang yang punya hobi tempel-menempel. INGAT !!!! MENGELOLA MADING SAMA SULITNYA dengan MENGELOLA MEDIA LAIN.

Susunan kepengurusan seperti pemimpin redaksi, sidang redaksi, atau redaktur, ilustrator adalah contoh posisi-posisi vital dalam pengelolaan mading. Jadi jangan pernah remehkan posisi-posisi kepengurusan profesional di MADING,

Seperti yang dikatakan Aa’ Gym bahwa profesional adalah : BUKAN WAKTU SISA. Percayalah !!! MADING yang dikelola dengan waktu sisa, adalah MADING yang juga akan sekedar menjadi tempelan-tempelan yang kurang berarti.

3. Jangan remehkan Lay Out MADING
Disinilah keunikan MADING yang tidak dimiliki oleh media lain. Ada dua kali penataan layout MADING : pertama, perancangan ketika pengetikan (untuk yang dikerjakan dengan komputer) atau penulisan (untuk yang ditulis dengan tangan) dan kedua, perancangan susunan di MADING. Ada 5 (lima) urutan kerja yang penting untuk diikuti :

Gb.1 Contoh layout mading a. Buat sketsa penempelan tulisan-tulisan di mading sebagai acuan utama perancangan dan penempelan
Ada beberapa hal pula yang perlu diperhatikan ketika membuat sketsa ini :
Ø Ukuran MADING
Ø Ukuran kertas
Ø Jumlah Artikel yang hendak ditampilkan
Ø Gambar dan aksesoris lain
Ø Ruang kosong !!!!

b. Pengetikan, ukuran huruf, perpaduan antar lembaran
Catatan penting :
Walaupun dikerjakan terpisah, kalo bisa ada kesepakatan yang dipimpin oleh seorang penata Lay Out tentang bagaimana lembar-lembar itu seharusnya tampil.

SUMBANGAN dari KONTRIBUTOR sebaiknya diminta dalam bentuk file, sehingga bisa diedit oleh team MADING.

Kertas A4 jangan langsung ditempel begitu saja, apalagi kalau MADING-nya kecil. Space atas, bawah, kiri, kanan dari tulisan ke pinggiran kertas jangan terlalu jauh.

Dan satu lagi catatan yang juga harus diperhatikan : Panjang artikel di MADING sebaiknya tidak lebih dari 2 lembar kertas A4 (sekitar 1000 kata), karena dia akan dibaca sambil berdiri (kalau terlalu panjang kan capek !!!!)

c. Pemilihan warna dan aksesoris
Banyak yang terjebak untuk membuat MADING menjadi semarak dengan menambah warna-warna yang mencolok. Padahal MADING yang baik adalah MADING yang tampilannya sederhana dengan daya tarik pada aksesoris-aksesoris sederhana yang berkarakter kuat, misalnya : GARIS di sudut, BUNGA-BUNGA di sudut, GARiS memanjang di bagian bawah, warna mencolok di sisi kiri MADING (Ingat Teori OTAK KIRI dan OTAK KANAN)


d. Penempelan yang cermat
SERING penulis dapati, tampilan MADING terganggu dengan bekas lem yang menggembung di sudut kertas. Atau sudut-sudut yang tidak tertempel rapi karena pengeleman yang tidak merata.

Hati-hati !!! Kesan cermat pada pengelolaan MADING berpengaruh besar pada keasyikan membaca.

Gb 2. Luas Pandangan Atas Bawah MADING e. Penempatan MADING
Yang tak kalah penting adalah penempatan MADING, ketinggian, pencahayaan, ruang baca mampu memberikan kenyamanan tersendiri dalam membaca MADING.

MADING yang terlalu tinggi membuat pembaca harus mendongak hingga lelah, mengganggu keasyikan membaca MADING (INGAT PENELITIAN membuktikan PENGLIHATAN BAWAH lebih LUAS DARIPADA PENGLIHATAN ATAS). Atau cahaya matahari yang mengganggu juga harus diperhatikan.

4. Komersialisasi MADING
PASANG IKLAN di MADING ? Kenapa tidak ?
Teori advertising mengajarkan sebuah hal sederhana : Semakin tinggi rating pembaca, semakin efektif pula sebuah media untuk tempat promosi.

MADING yang profesional bahkan bisa hidup dari IKLAN. Pengelolaan IKLAN yang baik juga mencegah orang yang tidak bertanggung jawab menempelkan pengumuman seenaknya di MADING.

5. Buka Cabang MADING
Kenapa tidak ?
Teori bisnis mengajarkan kita untuk membangun BRAND IMAGE yang baik, salah satunya adalah menunjukkan bahwa merk MADING yang kita kelola tersebar dimana-mana. Jadi ketika orang mendengar nama HARMONI, maka yang langsung terfikir adalah MADING yang PROFESIONAL.

Berani ?

6. Buka Jalur Interaktif MADING dengan pembaca
Perhatikan trend media saat ini. MEDIA INDONESIA yang dulu cuma surat kabar, kini melebarkan sayap dengan METRO TV. Group KOMPAS dengan Cyber KOMPAS. 99,9 FM dengan majalah NinetyNiners, Tabloid MQ, MQ FM, MQTV. Dll.

So, MADING profesional juga harus memperhatikan aspek pengembangan segmen pembaca. BANGUN SITUS MADING, (Sepengetahuan penulis belum ada satupun di Indonesia), BUKA EMAIL MADING, , cantumkan nomor hotline mading, buka kotakpos mading.

7. Buat Acara Jumpa Pembaca MADING dan pelatihan-pelatihan pengelolaan MADING
MADING yang baik adalah MADING yang dikelola dengan profesionalisme penuh. Hal yang paling susah dari marketing adalah maintenance.

Ketika anda sudah mempunyai pembaca setia, layani mereka dengan sepenuh hati, berikan insentif lebih karena membaca MADING anda. Kajian khusus bersama pembaca, polling pembaca adalah program-program pelengkap yang bisa membuat MADING anda semakin dikenal.

Jika MADING kita kelola dengan profesional, bukan tidak mungkin suatu saat kita bisa mengiklankan MADING kita di media lain.
Ikhlas adalah beribadah karena Allah Swt semata bukan selain-Nya. Ikhlas terdiri dari 6 macam (imam ‘Izz al-din ibn ‘Abd al-Salam, Syajarah al Ma’arif wa al-Ahwal, bab Ikhlas, h. 59):
  1. Ingin selamat dari azab.
  2. Ingin mendapat pahala,
  3. Ingin keduanya,
  4. Beribadah karena malu kepada Allah Swt dengan mengharap pahala dan tidak takut akan siksa,
  5. Beribadah karena cinta kepada Allah Swt tanpa peduli dengan pahala dan siksa
  6. Beribadah karena menghormati dan memuliakan Allah Swt
Adapun ria adalah melakukan ibadah dan ketaatan kepada Allah swt. Agar dilihat orang lain. Ria ada dua jenis :
  1. Beribadah supaya dilihat manusia (perbuatan ini pasti sia-sia, pelakinya bukan hanya dimurkai Allah Swt, tetapi juga pasti di azab (lihat al-Hafizh Ibn Rajab, Jami’ al Ulum wa al Hikam, I h. 79))
  2. Beribadah supaya dilihat manusia dan allah Swt. Ria ini sangat halus karena mengandung dua tujuan sekaligus : manusia dan Tuhan. (berdasarkan Al Qur’an dan sunah, ibadah seperti ini juga sia-sia lihat al-Hafizh Ibn Rajab, Jami’ al Ulum wa al Hikam, I h. 79))
Jenis pertama bukan karena Allah, tetapi karena manusia. Allah menegaskan bahwa kedua jenis ria membuat ibadah sia-sia : “Aku adalah sekutu yang palling membenci syirik. Barang siapa menyekutukan-Ku dengan selain-Ku dalam beramal, Kutinggalkan amalnya untuk disekutukannya dengan-Ku itu.” HR  Ahmad dalam al Musnad (II, 301 dan 435), Muslim (2985) dan Ibn Majah (4202).

Sumber: http://abihafiz.wordpress.com/2009/10/30/ikhlas-atau-ria/

“(Ihsan adalah) hendaknya engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, dan jika Engkau tidak melihatnya, sesungguhnya Dia melihat-Mu.” (HR Bukhari). 

Sahabat agung, sebaik-baik penafsir Alquran, Abdullah bin Abbas r.a., bercerita kepada para muridnya. “Ada seorang laki-laki pada zaman sebelum kalian, dia beribadah kepada Allah selama 80 tahun, kemudian dia terpeleset kepada suatu dosa, lalu dia pun takut atas dirinya karena dosa tersebut. Kemudian dia mendatangi hutan dan berkata: ‘Wahai hutan yang banyak bebatuannya, yang lebat pepohonannya, yang banyak hewan-hewannya, adakah engkau memiliki tempat bersembunyi bagiku dari Rabku?’ Dengan ijin Allah hutan menjawab: ‘Wahai manusia, demi Allah, tiada satu pun

Mengapa saya mencintai islam?
Kadang pertanyaan sederhana itu melintas juga dipikiran saya:
apa karena keturunan?
apa karena seluruh keluarga saya sudah muslim, dari kakek, nenek dan buyut-buyut saya..
lalu ketika sudah usia Balligh, saya harus memakai hijab?
Pernah sih memberontak juga...,
kenakalan-kenakalan kecil juga pernah saya lakukan..,
Betapa kerasnya kedua orangtua mengajarkan ilmu agama, bahwa saya harus kenal islam luar dalam.
Sejak kecil sudah di 'perkenalkan' dengan huruf-huruf hijaiyah, harus bisa baca Alqur'an dengan tajwid yang benar, ketika anak-anak orang lain disibukan les bahasa, les nari, saya harus les belajar Alqur'an, harus bisa ngaji.
Lalu sekolah Agama, argghhhhhhhhhhh rasanya semua TERPAKSA.
Bertahun-tahun bergumul dengan  perasaan campur aduk.
saya ingin seperti teman saya , yang bisa begini, begitu..
saya ingin bebas??

Ternyata cinta itu memang harus di pupuk, cinta itu harus terus dijaga..
Cinta itu harus bermakna
Lalu saya mencoba mempelajari rasa cinta itu...
Hidayah Alloh Memang datang, tapi kita harus menjemputnya juga, tidak hanya menunggu dan menunggu...
Ketika saya semakin mengenal Islam, rasa cinta yang dipupuk itu semakin mendalam..
cinta yang tulus dan tidak berlebihan..
Cinta yang menunjukan saya kepada Jalan kebaikan, jalan pilihan...
Jalan Yang Alloh Tunjukan..
Bahwa Agama ini penyempurna segalanya..

Lalu kini..
apakah saya mencintai Islam?
Ya saya mencintainya..
Islam lha pilihan dengan rasa syukur yang amat Dalam..
sebuah Jawaban akan selalu ditemukan dalam kompleksivitas agama ini..

..Bahwa saya ingin Ber-islam tidak hanya di KTP

Sumber: http://segudangcerita.blogspot.com/2010/11/mengapa-saya-mencintai-islam.html

Allaahumma baariklana fii Rajaba wa Sya’ban, wa balighna Ramadhan..
Yaa.. Allaah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikan kami di bulan Ramadhan. Aamiin…
Sungguh sedih mengucapnya, “latihan” Ramadhan kemarin sepertinya membuat diri ini belum bertambah baik. Kurang dari sebulan lagi Ramadhan akan datang, bulan puasa menahan nafs, bulan penuh rahmat dimana dilipatgandakannya pahala ibadah kita, bulan maghfiroh, bulan dimana ampunan Allah begitu dekat, syahrul mubarokh, bulan penuh berkah baik bagi kita dan semua umat muslim yang mengerjakan ibadah di dalamnya.
Btw, ada kiat-kiat nih yang kiranya baik dilakukan dalam menyambut Ramadhan sebagaimana telah Rasulullah saw lakukan antara lain:
1. Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu, baik puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, “Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan.” Artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. (HR. Ahmad dan Tabrani)

Para salafush-shalih selalu memohon kepada Allah agar diberikan karunia bulan Ramadan; dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, “Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha.” Artinya, ya Allah, karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhai.
2. Bersyukurlah dan puji Allah atas karunia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata, “Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam kondisi sehat wal afiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur.
3. Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadan, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).
Salafush-shalih sangat memperhatikan bulan Ramadan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadan karena bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat.
4. Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadan. Ramadhan sangat singkat. Karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.
5. Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” [Q.S. Muhamad (47): 21]
6. Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan. Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui,” begitu kata Allah di Al-Qur’an surah Al-Anbiyaa’ ayat 7.
7. Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadan adalah bulan taubat. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” [Q.S. An-Nur (24): 31]
8. Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan.
9. Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan dengan:
· buat catatan kecil untuk kultum tarawih serta ba’da sholat subuh dan zhuhur.
· membagikan buku saku atau selebaran yang berisi nasihat dan keutamaan puasa.
10. Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Kepada Allah, dengan taubatan nashuha. Kepada Rasulullah saw., dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahmi. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.
Semoga kita termasuk orang-orang yang bergembira dengan datangnya Ramadhan. Dan kita jalani Ramadhan kali ini sehingga kemenangan dapat diraih dan kita kembali fitri.

Sumber : http://sofianonline.com/ramadhan-sebentar-lagi
Semua orang tua mencintai anak-anaknya. anak pun mencintai orang tuanya. demikian pula kakak menyayangi dan mencintai adik dan sanak saudaranya. suami mencintai istrinya, begitu pula istri mencintai suaminya. tidaklah semua cinta itu abadi kecuali didasari oleh cinta yang satu ini.

Sebagai hamba Allah kita diperintahkan untuk mencintainya dengan sepenuh hati. kita dilarang untuk menghianati cinta-Nya atau bahkan menduakan cinta itu. Allah berfirman :

لَا تَجْعَلْ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ فَتَقْعُدَ مَذْمُومًا مَخْذُولًا

Artinya : "Janganlah kamu adakan tuhan yang lain di samping Allah, agar kamu tidak menjadi tercela dan tidak ditinggalkan (oleh Allah). (QS Al-Israa' : 22)

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ

Artinya : "Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat dzalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). (QS Al-Baqarah : 165)

Tidaklah seorang hamba dapat mengesakan Allah kecuali telah mencintai-Nya. dan tidaklah seorang itu mentaati Allah kecuali dia mengesampingkan cinta kepada selain-Nya.

Jadi, apakah kita dilarang mencintai kepada selain Allah? Tidak. justru dengan cinta kepada Allah kita diperintahkan untuk mencintai kepada sesama. cinta kepada sesama tidaklah berdiri sendiri, akan tetapi cinta itu harus didasari oleh cinta kepada Allah.

Kita mencintai orang tua karena Allah memerintahkan kita untuk cinta kepada orang tua. kita mencintai istri/suami kita, karena Allah lah yang memerintahkan kita mencintai mereka. kita mencintai sesama karena Allah telah menjadikan kita bersaudara dan memerintahkan kita untuk saling mencintai dan mengasihi.

Cinta tanpa dasar cinta kepada Allah akan menyakiti pelakunya. membuatnya stress dan hampa. akan tetapi setiap cinta yang didasari dengan cinta kepada Allah akan selalu membuat pelakunya tenang, nyaman dan optimis. cinta yang satu adalah cinta kepada Allah.
Ketika kamu sedang mengikuti ujian atau tes, sebenarnya kamu sedang mendemonstrasikan kemampuanmu dalam memahami materi pelajaran, atau dalam melakukan tugas-tugas tertentu. Ujian memberikan dasar evaluasi dan penilaian terhadap perkembangan belajarmu. Oleh karena itu kamu harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya agar bisa mengikuti ujian dengan lancar.


Namun ada beberapa kondisi lingkungan, termasuk sikap dan kondisimu sendiri, yang mempengaruhimu pada saat mengikuti ujian. Nah, kondisi-kondisi tersebut dapat mempengaruhi hasil tes atau ujianmu. Tidak mau kan kalau hasil ujian kamu jadi jelek hanya karena faktor diluar kemampuanmu dalam memahami materi, berikut ini ada beberapa tips yang bisa kamu pakai sebelum mengikuti ujian.

1. Datanglah dengan persiapan yang matang dan lebih awal.
Bawalah semua alat tulis yang kamu butuhkan, seperti pensil, pulpen, kalkulator, kamus, jam (tangan), penghapus, tip ex, penggaris, dan lain-lainnya. Perlengkapan ini akan membantumu untuk tetap konsentrasi selama mengerjakan ujian.



2. Tenang dan percaya diri.
Ingatkan dirimu bahwa kamu sudah siap sedia dan akan mengerjakan ujian dengan baik.

3. Santai tapi tetap menjaga konsentrasi.
Pilihlah kursi atau tempat yang nyaman untuk mengerjakan ujian. Pastikan kamu mendapatkan tempat yang cukup untuk mengerjakannya. Pertahankan posisi duduk tegak.

4. Amati soal-soal ujianmu dulu (bila ujian memiliki waktu tidak terbatas)
Luangkan 10% dari keseluruhan waktu ujian untuk membaca soal-soal ujian secara mendalam, tandai kata-kata kunci dan putuskan berapa waktu yang diperlukan untuk menjawab masing-masing soal. Rencanakan untuk mengerjakan soal yang mudah dulu, baru soal yang tersulit. Ketika kamu membaca soal-soal, catat juga ide-ide yang muncul yang akan digunakan sebagai jawaban.

5. Jawab soal-soal ujian secara strategis.
Mulai dengan menjawab pertanyaan mudah yang kamu ketahui, kemudian dengan soal-soal yang memiliki nilai tertinggi. Pertanyaan terakhir yang seharusnya kamu kerjakan adalah:
- soal paling sulit
- yang membutuhkan waktu lama untuk menulis jawabannya
- memiliki nilai terkecil

6. Ketika mengerjakan soal-soal pilihan ganda, ketahuilah jawaban yang harus dipilih/ditebak.
Mula-mula, abaikan jawaban yang kamu tahu salah. Tebaklah selalu suatu pilihan jawaban ketika tidak ada hukuman pengurangan nilai, atau ketika tidak ada pilihan jawaban yang dapat kamu abaikan. Jangan menebak suatu pilihan jawaban ketika kamu tidak mengetahui secara pasti dan ketika hukuman pengurangan nilai digunakan. Karena pilihan pertama akan jawabanmu biasanya benar, jangan menggantinya kecuali bila kamu yakin akan koreksi yang kamu lakukan.

7. Ketika mengerjakan soal ujian esai, pikirkan dulu jawabannya sebelum menulis.
Buat kerangka jawaban singkat untuk esai dengan mencatat dulu beberapa ide yang ingin kamu tulis. Kemudian berilah nomor ide-ide tersebut untuk mengurutkan mana yang hendak kamu diskusikan dulu.

8. Ketika mengerjakan soal ujian esai, jawab langsung poin utamanya.
Tulis kalimat pokokmu pada kalimat pertama. Gunakan paragraf pertama sebagai overview esaimu. Gunakan paragraf-paragraf selanjutnya untuk mendiskusikan poin-poin utama secara mendetil. Dukung poinmu dengan informasi spesifik, contoh, atau kutipan dari bacaan atau catatanmu.

9. Sisihkan 10% waktumu untuk memeriksa ulang jawabanmu.
Periksa jawabanmu; hindari keinginan untuk segera meninggalkan kelas segera setelah kamu menjawab semua soal-soal ujian. Periksa lagi bahwa kamu telah menyelesaikan semua pertanyaan. Baca ulang jawabanmu untuk memeriksa ejaan, struktur bahasa dan tanda baca. Untuk jawaban matematika, periksa bila ada kecerobohan (misalnya salah meletakkan desimal). Bandingkan jawaban matematikamu yang sebenarnya dengan penghitungan ringkas.

10. Analisa hasil ujianmu.
Setiap ujian dapat membantumu dalam mempersiapkan diri untuk ujian selanjutnya. Putuskan strategi mana yang sesuai denganmu. Tentukan strategi mana yang tidak berhasil dan ubahlah. Gunakan kertas ujian sebelumnya ketika belajar untuk ujian akhir.

Sumber
Hiasan yang terbentuk dari ukhuwah dan memiliki makna masing-masing...
Kelompok 1


Kelompok 2

Kelompok 3

Kelompok 4 ~The Winner~

Kelompok 5

Kelompok 6

Kelompok 7

Kader yang menikmati roti ukhuwah....








Millad Foristek

photo-photo ini diambil pada saat foristek merayakan milladnya..

ini merupakan salah satu dalam rangka millad foristek

acara Lomba masak antar Ikhwan UKM FT UNAND..

23 November 2010



Pemberian Hadiah kepada Pemenang Oleh  Rahmad Rezeki

Proses Pembuatan Masakan Oleh peserta HMTL

Koki dari HMM tampak sekretaris Umum foristek dan Koordinator FULDKT bekerja sama

memasak ala HMTE

Kerja sama

Pencicipan

aktivitas peserta



















Koordinator FORMETER (BSO JURNALISTIK)

Peserta yang tampak gembira







Karismatik 2 Desember 2010











































BBMK FORISTEK, 25 Desember 2010